JOGJA - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah yang habis masa jabatan di 4 kabupaten dan 1 Kota Jogja tak mempengaruhi pada proses tahapan pemilu di tingkat daerah.
Kepemimpinan diambil alih oleh KPU Provinsi DIY selama masa kekosongan kepemimpinan di KPU kabupaten dan kota.
Ketua KPU DIY Ahmah Shidqi mengatakan, komisioner KPU tingkat kabupaten atau kota di DIY sudah habis masa jabatannya pada 24 Oktober lalu.
Namun, kondisi ini tidak mempengaruhi proses tahapan pemilu di tingkat daerah.
Selama kekosongan kepemimpinan, diambil alih oleh KPU DIY. Sehingga kondisi itu tak mengganggu dalam proses tahapan pemilu di daerah.
"Enggak mengganggu. Pertama, selama belum pelantikan diambil alih oleh KPU provinsi," katanya Jumat (27/10).
Ahmad menjelaskan, komisioner KPU yang habis masa jabatan secara bersamaan di 5 daerah di DIY meliputi Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Kota Jogja.
Disinggung kapan pelantikan komisioner KPU di 5 lokasi tersebut, ini belum dapat dipastikan. Sebab, masih belum mengetahui jadwalnya.
"Kalau itu ke KPU RI (tanyakan), yang jelas dalam waktu dekat ini. Kebetulan komisioner KPU DIY ada 5 mereka ditugaskan jadi penanggung jawab di masing-masing kabupaten," ujarnya.
Dengan demikian, karena diambil alih oleh KPU DIY tidak ada kekosongan komisioner maupun kepemimpinan KPU di tingkat kabupaten atau kota.
"Misalkan hari ini saya di KPU Sleman, rakor dengan partai politik untuk pencermatan draf DCT (daftar calon tetap), ya hadir ke Sleman memimpin rapat," jelasnya.
Adapun terkait dengan pengiriman logistik, tahap pertama ini telah dikirim berupa bilik suara ke KPU Bantul pada 24 Oktober sebanyak 12.664. Dan KPU Sleman pada 26 Oktober 2023 sejumlah 13.828.
Sementara, logistik bilik suara untuk wilayah KPU Kota Jogja, Gunungkidul, dan Kulon Progo rencananya akan dikirim pada 27 sampai 28 Oktober 2023.
"Iya, untuk logistik yang dikirim tahap pertama baru bilik suara itu sudah dikirim ke Bantul dan Sleman," terangnya.
Sedangkan untuk logistik pemilu ini langsung dikirim ke gudang KPU kabupaten atau kota. Pendistibusian itu berjalan normal. Serta untuk kotak suara diperkirakan akan didistribusikan pada November mendatang.
"Sekitar awal November karena saat ini masih proses produksi, kami sudah cek ke perusahaanya kalau sudah mau dikirim kami dikabari," tambahnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad