JOGJA - Musim hujan diprediksi akan terjadi di Kota Jogja pada awal November mendatang. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mengimbau masyarakat untuk mewaspadai sejumlah penyakit yang rentan terjadi saat musim penghujan.
Salah satu di antaranya adalah penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Kepala Dinkes Kota Jogja Emma Rahmi Aryani menyebut, musim hujan kerap kali memunculkan genangan air. Di situlah biasanya menjadi tempat berkembang biak jentik-jentik nyamuk Aides Aegypti, penyebab DBD.
Emma menuturkan kasus tahun ini terbilang turun dibanding tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya lantaran musim kemarau yang terjadi lebih panjang dari tahun kemarin.
"Pada saat ini hanya 48 (kasus). Harapannya tidak bertambah lagi. Tahun kemarin setahun-nya 180. Sangat signifikan penurunannya, tidak ada kematian juga," ujar Emma.
Kasi Pencegahan, Pengendalian Penyakit Menular, dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu menjelaskan DBD erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan. Sehingga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) penting untuk disadari oleh masyarakat.
Utamanya di kawasan kos-kosan yang jarang diperhatikan oleh pemiliknya. Menurut Endang, DBD rentan menular di Kota Jogja. Ini mengingat kondisinya yang padat penduduk.
"Jarak terbang nyamuk kan ada dua ratus meter. Jadi, begitu padat dalam lingkungan itu otomatis gampang tertular," katanya saat ditemui di Balai Kota Jogja beberapa waktu lalu.
Endang menyebut DBD bisa diantisipasi dengan upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Caranya dengan memastikan tak ada benda atau lokasi genangan air di rumah.
Genangan air ini menjadi tempat yang paling disukai nyamuk saat berkembang biak. Sering kali, genangan air terjadi di tempat yang jarang disadari. Misalnya, dispenser, kulkas, ataupun bak mandi yang jarang dikuras.
"Lalu talang. Kalau musim hujan talang biasanya ada genangan air. Entah karena memang bentuknya cekung atau tersumbat oleh daun di atap, sehingga harus dibersihkan," ujarnya.
Selain itu, perkembangbiakan nyamuk juga berpotensi terjadi di kolam. Bisa juga terjadi di genangan air pada botol-botol plastik bekas. Untuk itu, dia juga mengimbau masyarakat untuk melakukan 4M Plus.
"Menguras, mengubur, menutup, dan memantau," imbuhnya. (isa)