Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

KAI Daop 6 Dukung Rencana Integrasi Antarmoda, Sediakan Halte Trans Jogja di Pintu Selatan Stasiun Tugu Jogja

Winda Atika Ira Puspita • Kamis, 26 Oktober 2023 | 00:07 WIB
FOKUS: Manajer Humas PT KAI Daop 6 Jogjakarta Krisbiyantoro di lokasi kecelakaan di Stasiun Kalimenur Kulonprogo, Selasa malam (17/10). (Dwi Agus/Radar Jogja)
FOKUS: Manajer Humas PT KAI Daop 6 Jogjakarta Krisbiyantoro di lokasi kecelakaan di Stasiun Kalimenur Kulonprogo, Selasa malam (17/10). (Dwi Agus/Radar Jogja)

JOGJA - KAI Daop 6 Yogya menyambut baik dan mendukung rencana integrasi antarmoda transportasi kereta api dengan bus Trans Jogja.

Melalui penyediaan shutle bus di pintu keluar Stasiun Tugu Jogja oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DIY. Upaya ini dapat memberi kemudahan akses bagi pelanggan KA.

Manager Humas Daop 6 Yogya Krisbiyantoro mengatakan, siap menyambut ujicoba contra flow atau sistem pengaturan lalu lintas yang dapat mengubah arah arus normal khusus bus Trans Jogja di Jalan Pasar Kembang Sabtu mendatang (28/10).

"Kalau dari KAI tidak masalah. Itu semangatnya antarmoda nanti terintegrasi kan. Dan tentu saja itu bagus menurut kami," katanya dihubungi wartawan Rabu (25/10).

Contra flow di samping untuk memberikan kemudahan akses masuk ke kawasan Malioboro dengan bus Trans Jogja. Juga untuk mewujudkan integrasi moda transportasi di kawasan Sumbu Filosofi.

Pun bus Trans Jogja dapat menjangkau penumpang KA lebih dekat. Sehingga pengguna KA yang turun lebih mudah mengakses ke halte dan tidak perlu menyeberang berjalan kaki menuju halte yang berlokasi di depan Hotel Inna Garuda jika ingin beralih moda transportasi.

Sebab, tak menutup kemungkinan kebijakan contra flow ketika diberlakukan nanti akan membawa konsekuensi berupa penyediaan halte di pintu keluar Stasiun Tugu Jogja.

"Tentang arus jalan disebut contra flow atau kebijakan lain itu ranahnya di Dishub (DIY). Kalau kereta api sendiri ada antarmoda di dekat stasiun sangat mendukung," ujarnya.

Krisbi menyebut, sejauh ini tak ada komplain dari pelanggan KA terkait dengan moda transportasi penghubung di pintu keluar stasiun.

Hanya, memang kebanyakan pelanggan setelah turun KA mereka langsung memesan transportasi online untuk penjemputan.

Disamping dapat membantu menjangkau pelanggannya, justru masalah yang timbul adalah kemacetan apalagi setiap akhir pekan atau hari-hari besar nasional di pintu keluar.

"Oiya tentu saja (macet), memang banyak campur dengan banyak parkiran di depan," jelasnya. 

Dia juga membenarkan, pihaknya memiliki keterbatasan lahan parkir di Stasiun Tugu Jogja. Dan penyediaan halte nantinya diyakini dapat membantu memfasilitasi integrasi moda sehingga masyarakat tidak harus membawa kendaraan pribadi menuju stasiun.

"Intinya KAI menyambut baik kalau memang dari pihak pemda dalam hal ini Dishub akan mengatur tertibnya lalu lintas di depan stasiun pintu selatan kami mendukung," tambahnya.

Sebelumnya Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dishub DIY Sumariyoto mengatakan, uji coba ini bukan hal baru namun sudah mewacanakan sejak lama.

Intinya, untuk mewujudkan yang sudah tertuang dalam dosier yakni mewujudkan Malioboro kawasan khusus pejalan kaki.

Moda trasnportasi yang bisa masuk di Malioboro hanya kendaraan tidak bermotor dan Trans Jogja.

Pengaturan lalu lintas yang dilakukan Sabtu mendatang. Khusus untuk bus Trans Jogja yang datang dari arah barat menuju kawasan Malioboro diperkenankan melintas melawan arah di sepanjang Jalan Pasar Kembang.

Nantinya bus akan melintas di sisi utara Jalan Pasar Kembang sejauh sekitar 500 meter ke timur menuju Malioboro. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#Daop 6 Yogya #trans jogja #Kereta Api