Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cegah Wabah Zoonosis, Pemprov Jalin Kemitraan dengan Pemerintah Australia

Winda Atika Ira Puspita • Rabu, 25 Oktober 2023 | 21:11 WIB
CEGAH: Suasana pembukaan Rakor Tim Koordinasi Daerah Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis dan Penyakit Infeksius Baru DIY di Horison Ultima Riss Malioboro Jogja Rabu (25/10). (Dok Pemprov DIY)
CEGAH: Suasana pembukaan Rakor Tim Koordinasi Daerah Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis dan Penyakit Infeksius Baru DIY di Horison Ultima Riss Malioboro Jogja Rabu (25/10). (Dok Pemprov DIY)

 

RADAR JOGJA - Pemprov DIY berupaya menekan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh wabah zoonosis. Pencegahan dilakukan melalui penguatan koordinasi struktural.

Upaya ini pun dilakukan melalui kemitraan dengan pemerintah Australia atau Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP).

Sekprov DIY Beny Suharsono menyambut baik kerja sama dengan AIHSP dalam hal pencegahan dan pengendalian zoonosis dan penyakit infeksius baru.

"Sejak 28 September 2021, DIY telah menetapkan program AIHSP melalui Keputusan Gubernur Nomor 227/TIM/2021 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan AIHSP DIY," katanya pada pembukaan Rakor Tim Koordinasi Daerah Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis dan Penyakit Infeksius Baru DIY di Horison Ultima Riss Malioboro Jogja Rabu (25/10).

Beny menjelaskan, saat ini permasalahan kesehatan semakin kompleks dengan adalanya wabah zoonosis. Yaitu, penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya.

Hal ini disebabkan oleh tekanan populasi, deforestasi, intensifikasi pertanian, perdagangan global hewan liar, dan konsumsi daging secara berlebihan.

"Jika perilaku yang dianggap penyebab tersebut terus berlanjut, maka potensi wabah zoonosis akan semakin besar," ujarnya.

Pola penyebaran dan penularan wabah zoonosis pun belum sepenuhnya diketahui. Maka perlu ada  perhatian besar terhadap permasalahan ini.

“Kemarin di Gunungkidul terjadi kasus antraks, yang telah merenggut korban jiwa dan puluhan warga menjadi suspek antraks. Kejadian ini menjadi peringatan bagi kita semua akan pentingnya pencegahan dan pengendalian zoonosis,” jelasnya.

Menurutnya, pencegahan dan penanggulangan wabah zoonosis diperlukan penguatan koordinasi struktural antara pusat dan daerah, serta kolaborasi dari berbagai pihak.

Baca Juga: Prioritaskan untuk Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula, Dana Bantuan Parpol Meningkat Masuki Tahun Politik

Menghadapi kompleksitas zoonosis, dibutuhkan pendekatan terintegratif pada hubungan antara manusia, hewan, peternakan, satwa liar, dan lingkungan sosial serta ekologinya.

Diharapkan, hasil pertemuan ini mampu menghasilkan susunan Raker Tahunan Tim Koordinasi Daerah Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis dan Penyakit Infeksius Baru DIY. 

Selain itu, mampu mengidentifikasi sumber penganggaran kegiatan dan mendiskusikan skema keberlanjutan untuk Tim Koordinasi Daerah Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis dan Penyakit Infeksius Baru DIY.

Koordinator AISHP Wilayah DIY Novia Purnamasari mengatakan, interaksi antara hewan dan manusia dapat menimbulkan masalah kesehatan zoonosis, baik yang bersifat emerging maupun re-emerging.

"Masalah kesehatan ini sangat  serius dan membutuhkan respons cepat agar tidak berkembang menjadi wabah," katanya.

Novia menerangkan interaksi antara hewan dan manusia dapat menimbulkan masalah dalam kesehatan masyarakat dikenal dengan istilah zoonosis baik yang bersifat emerging maupun reenergi. 

"Hal ini merupakan masalah kesehatan yang serius dari sisi kesehatan hewan dan manusia yang memerlukan infeksi dan respons cepat agar tidak berkembang menjadi wabah," terangnya.

Pihaknya memilih Kabupaten Gunungkidul dan Kulon Progo sebagai kabupaten area kerja. Pemilihan Kabupaten ini telah melalui proses konsultasi antara AIHSP dan Pemprov DIY untuk mencegah zoonosis.

"Kasus antraks yang sempat terjadi di Gunungkidul beberapa waktu menjadi alasan mengapa kami memilih kabupaten tersebut,” bebernya.

Rakor ini menurut Novia merupakan bagian dari upaya mengimplementasikan konsep penanggulangan zoonosis yang melibatkan multisektor. Penyakit infeksi zoonosis memerlukan tindakan teknis yang didukung oleh Forkopimda.

DIY telah menyiapkan dukungan sumber daya dalam pelaksanaan pencegahan dan pengendalian penyakit infeksius baru dengan melibatkan multi sektor.

“Pengendalian Zoonosis dan penyakit infeksius DIY telah didukung oleh sektor kesehatan masyarakat, sektor kesehatan hewan, sektor kesehatan lingkungan hidup, TNI, perguruan tinggi, jurnalis, sektor swasta, dan lainnya,” tambahnya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#Pemprov DIY #zoonosis #australia