JOGJA - Pengendalian inflasi di wilayah DIY secara umum cukup stabil dan terus melandai bila dibandingkan tahun lalu.
Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY inflasi secara tahunan cenderung melandai di angka 3,30 persen per September 2023 dibanding September 2022 mencapai 6,81 persen.
Gubernur DIY Hamengku Buwono X mengatakan, pengendalian inflasi, terlebih pada sektor inflasi pangan, menjadi tugas pokok bersama yang tidak dapat diabaikan.
"Kenaikan harga berpotensi merusak daya beli masyarakat dan memperdalam kesenjangan sosial," terangnya, Selasa (24/10).
Disebutnya, perlu ada langkah-langkah strategis yang diambil guna meningkatkan produktivitas, efisiensi produksi, perbaikan struktur pasar, hingga intervensi yang adil bagi semua pihak baik produsen dan konsumen.
"Kita harus berinovasi dan memanfaatkan teknologi informasi untuk stabilitas inflasi yang kita kehendaki," serunya.
Ia menuturkan, ketegangan geopolitik dan terganggunya rantai pasok oleh pandemi membawa konsekuensi serius terhadap pemulihan ekonomi yang akhirnya berdampak pada peningkatan permintaan barang dan jasa.
"Itu mengakibatkan tingginya inflasi, namun di 2023 kita melihat tren positif penurunan inflasi DIY," tuturnya.
Sementara itu, Kepala BI DIY Ibrahim B merinci, kondisi inflasi cukup stabil tapi tetap ada tantangan baik dari nasional maupun ekonomi global. Itu pengaruhnya masih sangat besar terhadap stabilisasi inflasi nasional yang ujungnya pada inflasi DIY.
"Gejolak geopolitik internasional menyebabkan harga komoditas itu meningkat," sesalnya.
Diakuinya, kenaikan kebutuhan masyarakat jelang akhir tahun turut menyebabkan adanya kenaikan permintaan yang harus distabilkan dengan harga dan jumlah pasokan yang tersedia.
"Kita harus optimalisasi dan mengefisienkan sumber daya produksi agar inflasi tetap terjaga secara rata-rata nasional," harapnya.
Sekda DIY Beny Suharsono turut menyampaikan, Pemprov DIY telah melakukan beberapa upaya untuk terus mengendalikan inflasi.
Disebutnya, kondisi inflasi DIY 2022 tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh pemerintah daerah. Namun DIY mampu menutup akhir tahun 2022 dengan pengendalian yang positif tercermin dari melandainya inflasi.
"Pengendalian Inflasi terus dilakukan secara kolaboratif lewat program yang intensif dan terarah," bebernya.
Beny menjabarkan, adapun program yang telah dilakukan antara lain adalah keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.
"Kami sebut itu 4K, selain itu juga ada operasi pasar, stabilisasi harga pangan hingga gerakan pangan murah," tuturnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad