RADAR JOGJA - Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) Marsekal Muda TNI Wayan Superman berpamitan ke Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X karena mengakhiri tugasnya. Sejak 2 Oktober lalu, dia mendapat amanat baru sebagai Asisten Perencanaan dan Anggaran Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Asrena Kasau).
Dengan berakhirnya ketugasannya di Jogja sebagai, dia merasa memiliki kewajiban untuk berpamitan dengan HB X, k arena beliau sudah banyak mendapatkan bimbingan. “Dan harus segera meninggalkan Jogja karena dapat perintah untuk tugas yang baru,” katanya di Kompleks Kepatihan Senin (23/10).
Wayan menjelaskan, selama bertugas di DIJ telah merasakan hal yang luar biasa. Meski memang terbilang singkat waktu tugas di DIJ, yakni sekitar lima bulan saja, dia bersyukur mendapat dukungan dan perlakuan yang baik dari pihak Pemprov DIJ.
Terlebih, dia sangat terkesan dengan Malioboro. Sebab, selama ini selalu diberikan izin untuk melakukan kirab setiap tahunnya. Sehingga, pihaknya bisa memperkenalkan taruna yang baru maupun ajang berpamitan menjadi perwira.“Karena kami ya milik Jogja, AAU adalah milik Jogja,” ujarnya.
Hamengku Buwono X menyampaikan selamat atas tugas baru Wayan di tempat yang baru. Raja Keraton Jogja itu berharap Wayan bisa melaksanakan ketugasannya dengan baik di manapun nantinya ditempatkan.“Kami tentu menyampaikan selamat karena mau pindah, bagaimanapun tetap harus bisa melaksanakan ketugasan dengan baik. Dan sebagainya harapan saya tentu semoga sukses selalu,” katanya.
Ayah lima puteri itu berterima kasih selama Wayan menjabat sebagai Gubernur AAU di DIJ walau hanya lima bulan. Pun diharapkan bisa meneruskan kinerja yang baik di tempat yang baru.“Semoga AAU ke depannya juga bisa berkembang lebih baik lagi. Jika ada kesempatan tolong nantinya ada waktu berbicara soal pembuatan monumen Husein Sastranegara,” ujarnya.
Husein Sastranegara adalah salah satu tokoh dirgantara Indonesia. Beliau wafat pada 26 September 1946, karena pesawat Cukiu yang dikemudikannya jatuh dan terbakar di Kampung Penumping, Gowongan, Jogjakarta. “Semoga kita bisa terus menghormati para pendahulu kita,” imbuhnya. (wia/din)
Editor : Satria Pradika