RADAR JOGJA - Fenomena pemilih baru dalam penyelenggaraan pemilu menjadi perhatian khusus bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIJ.
Ini dilakukan guna meningkatkan pemahaman mereka terkait proses demokrasi dan Pemilu 2024 mendatang KPU menggencarkan sosialisasi. Salah satunya lewat metode pendekatan film yang berjudul Kejarlah Janji.
Film produksi KPU RI tersebut jadi media yang dirasa relevan dengan banyak segmen masyarakat, termasuk para pemilih baru yang datang dari anak-anak muda kategori pelajar dan mahasiswa.
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU DIJ Sri Surani menyebut, penting untuk dapat peka dengan menyesuaikan era dan zaman dalam proses sosialisasi yang dilakukan.
"Film ini sosialisasi yang memanfaatkan paltform media digital dan menyesuaikan zamannya," jelasnya pada sesi konferensi pers, Sabtu (21/10).
Terdekat, KPU DIJ akan menggelar agenda nonton bareng film Kejarlah Janji dengan memanfaatkan momentum Hari Santri Nasional 22 Oktober di seluruh pondok pesantren dan juga Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober menyasar berbagai kampus.
Sri mengungkapkan, baik dari kalangan pesantren maupun kampus keduanya memiliki populasi pemilih baru yang cukup dominan, sehingga perlu dilakukan sosialisasi secara khusus pada mereka."Pemilih pemula jadi target penting sosialisasi, mereka butuh informasi yang jelas dan tepat soal demokrasi dan pemilu," paparnya.
Sri merinci, ada 10pesantren yang nantinya akan dikunjungi di seluruh DIJ. Sementara terkait kampus ia mengaku ingin mengakomodasi sebanyak mungkin, sejauh ini yang sudah siap disebutnya meliputi UGM, UNY, UIN, UAD, UMY, ISI, IKIP PGRI hingga UTY.
Selain para pemilih baru titik berat kedua yang perlu dilakukan sosialisasi mendalam dan berkala adalah generasi milenial. Secara nasional disebutnya data pemilih dari generasi milenial ada lebih dari 50 persen."Titik berat juga ada di milenial, secara nasional jumlahnya lebih dari 100 juta," bebernya.
Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU DIJ Ibah Muthiah sependapat bahwa sosialisasi pada pemilih baru sangat penting dilakukan. Selain itu hal lain yang menurutnya penting disosialisasikan adalah skema pindah memilih bagi para perantau yang ada di DIJ.
Secara umum ia menjelaskan, metode pindah memilih juga jadi salah satu startegi penting yang terus digencarkan bagi para pendatang dari luar daerah ke DIJ baik untuk bekerja ataupun bersekolah."Kami harap mereka segera mengurus proses pindah memilih," tuturnya.
Ia menjabarkan, ketersediaan surat suara bagi masyarakat yang melakukan metode pindah memilih sudah dipastikan aman dan merata."Diharapakan tidak ada penumpukan atau terkonsentrasi di satu titik TPS saja, harus merata," harapnya
Editor : Din Miftahudin