Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lokalitas Jadi Peluang Industri Global, Pelaku UMKM DIJ Diminta Optimalkan Keunikan Produk

Fahmi Fahriza • Sabtu, 21 Oktober 2023 | 17:00 WIB
HARUS UPDATE: Suasana Pasar Beringharjo yang saat ini masih sepi pembeli. Untuk itu, para pelaku UMKM diminta untuk dapat adaptif dengan perkembangan teknologi.Fahmi Fahriza/Radar Jogja 
HARUS UPDATE: Suasana Pasar Beringharjo yang saat ini masih sepi pembeli. Untuk itu, para pelaku UMKM diminta untuk dapat adaptif dengan perkembangan teknologi.Fahmi Fahriza/Radar Jogja 

 

RADAR JOGJA - Pelaku UMKM di DIJ harus memanfaatkan lokalitas dari sebuah produk. Sebab lokalitas menjadi elemen penting dalam persaingan industi global.


Wakil ketua Dekranasda DIJ Tazbir Abdullah mengatakan, dalam industri global banyak company besar yang hanya berorientasi pada impor. Namun tidak ada memiliki muatan lokalitas dalam produknya. Oleh karena itu, hal ini menjadi peluang bagi UMKM DIJ. "UMKM punya lokalitas, yang mana menjadi sebuah keunikan tersendiri," katanya Kamis (19/10/23).


Tazbir meyakini, keunikan tersebut perlu terus didorong dibarengi dengan peningkatan pemahaman tentang digitalisasi platform. "Para UMKM harus akrab dengan jualan online dan beradaptasi," desaknya.


Diakuinya, bahwa UMKM memiliki peranan besar dalam menopang perekonomian DIJ. Jumlahnya pun terus bertambah hampir mencapai 400 ribu UMKM.


Selain optimalisasi digitalisasi dan keunikan, disebutnya dukungan dari pemerintah juga jadi kunci untuk terus memajukan UMKM. Menurutnya pemerintah harus memberi kemudahan lewat berbagai aspek. Seperti promosi hingga pameran. "Tapi UMKM juga harus menjaga kualitasnya ketika diberikan layanan promo atau pameran," serunya.


Sementara itu, Kepala Dinkop UKM DIJ Srie Nurkyatsiwi menyampaikan, UMKM juga harus siap menghadapi ekosistem digital dengan tetap bangga menampilkan muatan lokalitas dalam produknya.


Siwi menyebut, situasi pasar terbuka dan ekonomi global penting bagi UMKM untuk cepat adaptif dengan perkembangan. Salah satunya melalui platform Sibakul. "Pasar sekarang kan terbuka, UMKM harus menyiapkan strategi yang adaptif juga," imbaunya.


Adapun beberapa hal yang perlu disiapkan oleh UMKM menurutnya adalah kemampuan SDM, dan produk yang dihasilkan. Selain itu ada management keuangan dan juga strategi pemasaran secara digital. "Pemanfaatan teknologi juga terus kami siapkan untuk para UMKM, mereka juga harus siap," tandasnya. (iza/eno)

Editor : Satria Pradika
#kombis #Dekranasda DIJ #Peluang Industri Global #UMKM