JOGJA - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja memastikan stok beras mampu mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun nanti.
Plt Kepala DPP Kota Jogja Sukidi menuturkan cadangan beras yang tersimpan kini sejumlah 68,05 ton. Stok ini masih tersimpan dan belum dikeluarkan.
"Cadangan pangan diperuntukkan untuk masa kritis. (Stok beras) belum dikeluarkan, menghadapi nataru sangat cukup. Aman," ujarnya, Jumat (20/10).
Sukidi menyadari Kota Jogja bukanlah wilayah produsen beras. Hingga saat ini luasan sawah di Kota Jogja saja tercatat hanya 25 hektare.
Itu pun tak semuanya ditanami padi. Masing-masing hektare diklaim mampu menghasilkan beras hingga sepuluh ton dengan tiga kali masa panen.
"Untuk itu kami bekerja sama dengan daerah penyangga seperti Klaten, Delanggu, Purworejo, dan Sragen," imbuhnya.
Untuk menekan tingginya harga beras di pasaran, pihaknya turut memberikan bantuan pangan kepada masyarakat. Sepanjang Oktober ini akan ada 248,84 ton beras yang disalurkan.
"Bantuan pangan kita bekerja sama dengan Bapanas. Oktober akan membagikan bantuan pangan 248,84 ton, cukup untuk konsumsi warga Kota Jogja," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja Veronica Ambar Ismuwardhani menuturkan kini harga beras premium dibanderol Rp 14 ribu hingga Rp 16 ribu per kilogram.
Sementara itu, beras medium dibanderol Rp 10.800 hingga Rp 12 ribu perkilogram.
"Dari bulan September itu kami sudah distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) 40 ton. Kemudian bulan Oktober ini, terakhir di Beringharjo 10 ton. Harapan kami memang ini bisa menstabilkan harga," ungkapnya. (isa)
Editor : Amin Surachmad