RADAR JOGJA - Pakar manajemen air Universitas Gadjah Mada (UGM) Agus Maryono menyebut salah satu solusi masalah kekeringan ialah menyimpan air hujan saat musim hujan. Sehingga saat musim kemarau, air hujan bisa dimanfaatkan.
Dia meminta, saat musim hujan, harus berusaha menampung sebanyak mungkin air hujan dan memperbaiki fasilitas penyimpanan air. “Dengan cara ini, kita dapat memastikan pasokan air yang mencukupi selama musim kemarau," jelasnya, Kamis (19/10).
Menurut dia, langkah-langkah darurat seperti mengumpulkan air hujan sementara dapat membantu. “Bisa menggunakan galon bekas yang relatif murah," lanjutnya.
Agus mengatakan, pemerintah daerah maupun pusat perlu mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kekeringan. Termasuk edukasi terhadap pentingnya air hujan untuk konsumsi maupun mempertahankan debit air saat kemarau."Jangan hanya menyediakan air (droping), tanpa memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengumpulan air hujan," ujarnya.
Menurutnya, banyak penelitian mengungkapkan air hujan memiliki PH netral yang baik dan aman dikonsumsi. Saat masuk ke tanah, air hujan memiliki sifat membersihkan air tanah."Karena itu, pengumpulan air hujan adalah langkah yang bijak," imbuhnya.
Sementara itu, Disaster Response Unit (DERU) UGM menyalurkan satu juta liter air bersih kepada masyakat terdampak kekeringan di Gunungkidul. Sebanyak 50 ribu liter air bersih sebelumnya sudah disalurkan ke Dusun Tungu Desa Girimulyo Kecamatan Panggang. Selanjutnya kembali menyalurkan air bersih untuk Desa Melikan Kecamatan Rongkop dan Desa Tileng Kecamatan Girisubo.
Kepala BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan, hingga saat ini pihaknya berhasil menyalurkan 700 tangki air bersih untuk masyarakat terdampak.“BPBD Gunungkidul sudah menyiapkan 1.300 tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter, dan sampai sekarang sudah ada 700 tangki air yang terdistribusikan ke masyarakat," ujarnya.
Setidaknya daei 14 padukuhan di Desa Melikan, masih ada lima padukuhan yakni Dusun Ngricik, Dondong, Kembang, Songwaluh, dan Kendal, yang belum mendapatkan akses air PDAM. Sehingga hanya bergantung pada sumber air tanah yang dipompa. DERU UGM berupaya menyediakan satu juta air bersih ke masyarakat terdampak sampai kemarau panjang selesai, diperkirakan BMKG akan berlangsung hingga bulan November nanti. (lan/pra)