JOGJA - Edukasi sejarah melalui game Lokapala dinilai cukup berhasil. Game Lokapala merupakan game lokal karya anak bangsa, digagas oleh Anantarupa Studio genre MOBA (Multiplayer Online Battle Arena).
"Contoh ya, tanya mereka yang main Lokapala, ditanya nama si Gajah Mada, mereka tahu lho artinya edukasi kita melalui game ini berhasil," ujar CEO Anantarupa Studios Ivan Chen disela-sela ajang pertandingan e-sport Ksatriya Mahardika di Jogja, Minggu (15/10/2023).
Ivan menilai, kurun waktu 15 tahun terakhir, ketertarikan anak muda belajar sejarah mengalami penurunan. Banyak kalangan berupaya menarik minat belajar terhadap sejarah dengan pelbagai metode. Namun, tak sepenuhnya berhasil dengan mudah.
"Tapi melalui game, kami ada fitur pustaka, kami kenalkan dari manuskrip dan sebagainya. Dan mereka baru tahu makna Indonesia sebagai negara besar," ujarnya.
Opini terhadap anak muda yang enggan membaca buku memang terus bergulir. Terutama buku-buku sejarah, diyakini sangat jarang dibaca generasi muda.
Apalagi, kegiatan menonton wayang dan belajar peninggalan sejarah lainnya. Sangat minim sekali.
"Tapi seharusnya kita intropeksi. Kenapa? Tahun kemarin, ada 15 juta anak muda Indonesia nonton opera Cina, di Genshin Impact, waktu itu peluncuran karakter Yun Jin," jelasnya.
Jika budaya asing saja bisa dilihat oleh jutaan anak Indonesia, maka budaya lokal juga memiliki peluang yang tinggi. Namun memang harus dikemas dengan metode yang sesuai zamannya.
"Undang-Undang No 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaaan (sudah mengatur), tapi yang dilakukan sekarang tidak sesuai konteks. Bagaimana nilai budaya diinternalisasi ke dalam media baru, games termasuk media baru," jelasnya.
Sementara itu, pertandingan e-sport Ksatriya Mahardika diikuti pelajar dari 8 provinsi di Indonesia. Mereka berasal dari Region Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, DIY, Jawa Timur, Bali dan NTB Sulawesi, Sumatera. Kegiatan merupakan turnamen pertama dengan pendaftar terbanyak dari Sulawesi Selatan.
Acara berlangsung dua hari, 14-15 Oktober 2023 di area Monumen Serangan Umum 1 Maret, Titik Nol Kilometer Jogja. Hasilnya, juara satu dimenangkan oleh SMK Muhammadiyah 01 Kota Tegal. Juara dua dari SMAN 1 Selayar. Juara tiga dari SMA Negeri 1 Negara, Bali.
Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur Agustin Peranginangin mengatakan, pihaknya memberikan support atas turnamen yang mengedepankan nilai-nilai budaya dan sejarah Indonesia. Tokoh dalam game berasal dari pahlawan Indonesia.
"Ini merupakan sebuah metode baru untuk mengajarkan nilai-nilai budaya dan sejarah Nusantara melalui media yang digemari oleh generasi saat ini," ujarnya.
Apalagi, game Lokapala juga mengangkat beberapa karakter ksatria yang terdapat pada relief Candi Prambanan dan Borobudur. Sehingga selain membantu menguatkan ekosistem e-sport, namun juga membuka potensi e-sport tourism di wilayah DPSP Borobudur.
"BPOB memberikan dukungan kegiatan study tour yang diikuti oleh peserta finalis ke Kraton Jogja, Candi Borobudur, dan Candi Prambanan.
Lokasi-lokasi ini dipilih secara khusus agar para peserta dapat melihat secara langsung sumber dari Inspirasi dan nilai nilai watak seorang ksatriya dari game yang mereka mainkan selama ini," jelasnya. (lan)