RADAR JOGJA - Perkembangan teknologi dan digitalisasi dalam sektor bisnis bukan sebuah ancaman. Hal ini justru menjadi keharusan agar pelaku usaha lebih adaptif. "Kita harus memenangkan persaingan dengan cara adaptif," Kata Wakil Ketua Dekranasda DIJ Tazbir Abdullah Rabu (11/10).
Tazbir menyebut, pelaku usaha harus punya kepekaan untuk memanfaatkan teknologi digital. Dengan melahirkan sosial media dan mengombinasikannya dengan bisnis konvensional.
Diakuinya, bahwa kebijakan untuk menutup platform digital bukanlah sebuah solusi yang relevan. "Menutup itu bukan solusi, teknologi di era digital ini terus berkembang," tegasnya.
Lebih lanjut, Tazbir juga mempercayai bahwasanya sosial media memiliki peranan yang sangat besar terhadap masa depan sebuah bisnis. "Masa depan bisnis ditentukan kemampuan kita menguasai sosial media," ujarnya.
Kendati demikian, dia juga meyakini bahwa toko konvensional tidak akan punah. Sebab toko online juga memiliki kelemahan atau keterbatasan.
Disebutnya, kelemahan toko online mulai dari kualitas barang maupun hal-hal yang berkaitan dengan ketidaksesuaian. Antara yang ditampilkan dengan kenyataan. Selain itu, juga proses bersosialisasi yang tidak dimiliki oleh toko online. "Banyak orang masih butuh bersosial secara langsung," tuturnya.
Terpisah, pelaku UMKM Rafida Wulan mengaku, cukup kesulitan untuk beradaptasi dengan digitalisasi yang ada. Namun dia paham bahwa harus menyesuaikan era yang berkembang. "Awalnya berat dan bingung sama jualan online, tapi ya harus belajar," tuturnya.
Untuk mendukung proses adaptasi tersebut, Rafida mengaku banyak mengikuti kelas bimbingan bisnis secara langsung maupun dari sosial media. "Banyak belajar dari YouTube juga untuk tahu aturannya," tandasnya. (iza/eno)