RADAR JOGJA - Songgo Buwono adalah makanan tradisional khas Kota Yogyakarta.
Songgo Buwono merupakan makanan hasil akulturasi dari Indonesia dan Eropa.
Songgo Buwono pertama kali dibuat pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono VIII. Songgo berarti menyangga, buwono artinya langit atau kehidupan merupakan makanan priyayi di Keraton Yogyakarta.
Songgo buwono juga menjadi petunjuk keadaan politik di Jogja pada masa lalu. Saat itu, kondisi kesultanan di Jogja banyak dipengaruhi oleh keberadaan Belanda, Oleh karenanya, kuliner yang biasa disajikan pun bernuansa western atau cenderung kebarat-baratan.
Daun selada menggambarkan hamparan pepohonan dan tumbuhan hijau yang asri dan lestari.
Di atas selada terdapat kue sos yang menyiratkan bentuk bumi, dimana semua makhluk hidup lahir dan mati. Isian di dalam kue sos adalah ragut.
Ragout - campuran dari daging, wortel, bawang bombai, dan bumbu-bumbu lainnya menceritakan tentang keberagaman masyarakat di dunia yang mampu berpadu dalam sebuah keselarasan.
Setelah ragout yang menceritakan keselarasan masyarakat, terdapat simbol pegunungan yang dilukiskan oleh telur ayam, dan mayonaise yang menyiratkan langit. Terakhir, sebagai pendukung, Songgo Buwono memiliki simbol bintang dari acar. (Adek Ridho Febriawan)
Editor : Bahana.