RADAR JOGJA - Banyaknya agenda pariwisata dan kunjungan wisatawan ke wilayah DIJ ternyata tak benar-benar memberikan dampak signifikan bagi semua pihak. Termasuk kepada pedagang di Pasar Beringharjo.
Seorang pedagang Nurul Arifah mengatakan, wisatawan banyak berada di jalan. Terlebih saat ada pawai, rangkaian acara HUT Kota Jogja. “Mereka nggak ke sini (Pasar Beringharjo, Red)," katanya Senin (9/10).
Dia pun menyebut, ditutupnya platfortm belanja online juga tidak berdampak pada pengunjung pasar. "Sama saja, tetap sepi yang beli. Sepi banget," keluhnya.
Secara demografi, pengunjung yang datang merupakan wisatawan dari luar DIJ. Namun dari kunjungan yang ada, tidak selalu melakukan transaksi. "Ada juga yang datang cuma cek harga dan membandingkan sama online," tuturnya.
Nurul pun merasa berat hati jika harus membanting harga untuk mendapatkan konsumen. “Kayak di online saya pernah lihat baju Rp 5000-an," lontarnya.
Keluhan senada disampaikan oleh Mahmud. Dia mengaku kesulitan menjual baju batik. “Lebih banyak yang beli lewat online," ungkapnya.
Perihal segmentasi marketnya, dia menyebut, pembelinya selalu didominasi oleh orang-orang dari luar DIJ. "Orang Jogja sendiri jarang, kecuali butuh baju untuk acara khusus," tandasnya. (iza/eno)