RADAR JOGJA - Viral tumpukan sampah di depo Kotabaru, Gondokusuman, Kota Jogja masih terlihat hingga Senin siang (9/10). Berdasarkan keterangan warga sekitar, sampah menumpuk sejak medio Agustus 2023. Tepatnya, setelah depo tak lagi dijaga oleh personel Linmas.
Pedagang angkringan tak jauh dari Depo Kotabaru, Bambang Feri, 45, menuturkan, sampah terbentang sepanjang 50 meter.
Selain itu juga memiliki tinggi lebih dari 2 meter. Dia membenarkan kondisi ini telah terjadi sejak Agustus 2023.
“Dari TPA (TPA Piyungan) tutup itu kan masih di sini. Masih ada Linmas masih terkendali, setelah Linmas tidak ada kan tidak yang jaga. Jadi, banyak sampahnya,” jelasnya ditemui tak jauh dari Depo Sampah Kotabaru, Senin (9/10).
Saat ditanya apakah imbas dari HUT ke-267 Kota Jogja, Feri tidak membenarkan. Ini karena tumpukan sampah sudah muncul sejak dua bulan lalu. Sementara puncak HUT Kota Jogja berlangsung Sabtu lalu (7/10).
Menurutnya penyebab utama karena tak ada linmas yang menjaga. Alhasil, warga dari luar Kotabaru turut membuang sampah di depo tersebut. Jumlah ini tentu semakin bertambah dengan akumulasi dari sampah warga Kotabaru.
“Sangkut paut HU karnaval enggak ada, memang sudah menumpuk lama. Terakhir ada Linmas itu akhir Agustus. Cuma karena Linmas sebelumnya tidak boleh (melarang warga luar buang sampah di depo). Linmas tidak ada karena sekarang kontraknya sampai Agustus, Januari sampai Agustus,” katanya.
Para florist atau toko bunga juga tak menyumbang sampah. Ini karena masing-masing toko bunga telah memiliki pengolahan tersendiri. Terbanyak berasal dari luar Kotabaru yang membuang sampah secara sembunyi-sembunyi.
Feri mengaku kerap menegur warga yang kedapatan membuang sampah. Bukannya patuh namun justru menantang dengan nada keras. Tak ingin terjadi kericuhan, Feri akhirnya tak menegur warga dari luar Kotabaru tersebut.
“Depo ini untuk warga boleh, florist tidak ada, limbah industri tidak ada. Harusnya khusus warga otabaru, pemantauan banyak orang luar Kotabaru. Cuma istilahnya sudah ditegur kadang marai emosi, malah keras, inginnya cuma buang, ya akirnya jadi debat,” ujarnya.
Upaya pembersihan oleh DLH Kota Jogja berlangsung pasca tumpukan sampah viral di media sosial. Feri menuturkan sampah dibersihkan sejak Minggu malam (8/10). Petugas DLH Kota Jogja masih terlihat membersihan sampah hingga Senin pagi (9/10).
“Efek ditimbulkan banyak, bau terus lalat belatung, sampah berterbangan dan menumpuk. Banyak warga mengeluhkan tapi, ya, tidak kodal. Perbandingan, normal itu diambil 2 sampai 3 truk habis, kadang sisa tapi ya enggak banyak. Ini lebih jumlah truknya,” katanya. (dwi)