JOGJA, RADAR JOGJA – Kabid Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Ahmad Haryoko menuturkan tumpukan sampah yang terjadi di Depo Sampah Kotabaru sejak Minggu (8/10) terbilang yang paling parah.
Tumpukan sampah setinggi lebih dari dua meter itu bahkan berjejer hingga sepanjang kurang lebih 60 meter.
Diperkirakan, jumlah keseluruhan sampah yang menumpuk itu mencapai 13 truk atau setara dengan 60 ton.
Haryoko menyebut sangat sulit mengenolkan atau membersihkan secara tuntas sampah-sampah yang ada di depo.
Sementara DLH juga punya prioritas untuk mengangkut tumpukan sampah yang ada di tepian jalan.
“Untuk bisa nol sampah di depo kayanya tidak memungkinkan. Cuma kita mengantisipasi sebisa mungkin sampah itu tidak meluber ke jalan. Jadi, memang depo adalah tempatnya sampah. Sebisa mungkin sampah itu ada di lokasinya, tidak melebar di jalan,” ujar Haryoko saat ditemui di Depo Sampah Kotabaru, Senin (9/10/2023).
Tumpukan sampah yang cukup ekstrem juga terjadi di Depo Pengok pada pertengahan September lalu. Tumpukan sampah bahkan sempat meluber hingga ke jalan.
Diberitakan sebelumnya, Kepala DLH Kota Jogja Sugeng Darmanto menuturkan luberan sampah di Depo Pengok itu mencapai dua dam truk dengan kapasitas masing-masing 7 ton.
Sementara, jika ditotal seluruh sampah baik di dalam Depo Pengok hingga sampah yang meluber mencapai 35 ton.
“Tapi, yang saya bisa ambil di Depo Pengok itu paling banter hanya 10 ton, 2 dam truk. Karena sekali lagi, kita hanya dapat jatah 135 ton,” (isa)