Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dikuti 1.500 Orang dalam 30 Kelompok, Peserta Festival Bregada Rakyat Tampilkan Keunikan Masing-Masing

Annissa Alfi Karin • Senin, 9 Oktober 2023 | 14:10 WIB
Peserta mengikuti Festival Bregada Rakyat dari Lapangan Minggiran menuju Sasana Hinggil Alun-alun Selatan, Jogja, kemarin (8/10).
Peserta mengikuti Festival Bregada Rakyat dari Lapangan Minggiran menuju Sasana Hinggil Alun-alun Selatan, Jogja, kemarin (8/10).

RADAR JOGJA - Festival Bregada Rakyat kembali digelar kemarin (8/10). Sebanyak 30 kelompok bregada dengan total 1.500 orang turut serta pada acara ini. Peserta mengenakan atribut pakaian sesuai dengan keunikannya masing-masing.

Peserta berkumpul di Lapangan Minggiran dan mulai berjalan melewati rute Jalan DI Panjaitan dan berhenti di Sasana Hinggil Alun-Alun Selatan. Kegiatan ini diinisiasi Paguyuban Bregada Rakyat dan Sekber Keistimewaan DIJ serta mendapat dukungan Dinas Kebudayaan DIJ.

Perwakilan Paguyuban Bregada Rakyat Farid Armanto menyebut, para peserta bregada itu dinilai, antara lain,  kesesuaian cara jalan atau tata lampah, musik atau ungel-ungel, hingga pakaian yang dikenakan. "Kegiatan ini berbentuk seni baris berbaris ala Keraton," kata Farid di Lapangan Minggiran, kemarin (8/10).

Ia mencontohkan, tata lampah bregada Keraton ada berbagai macam jenisnya. Mulai lampah rikat atau langkah kaki yang diiringi musik yang agak cepat. Lampah madya atau jalan dengan diiringi musik bertempo sedang. Ada juga langkah mancak atau langkah dengan diiringi musik lambat sebagai simbol penghormatan.

"Musik atau ungel-ungel juga dinilai dengan ciri khasnya, karena tidak sekadar tambura tau drum, tapi di sana ada alat musik yang khas," tambahnya.

Ketua Sekber Keistimewaan DIJ Widihasto menuturkan, Festival Bregada Rakyat ini turut menjadi ajang penguatan kapasitas pada komunitas seni keprajuritan atau bregada. Hal ini agar masing-masing komunitas bregada punya semangat untuk nguri-uri kebudayaan yang menjadi bagian dari keistimewaan Jogjakarta.

Selain itu, ini juga menjadi cara Sekber Keistimewaan DIJ dalam mengukur eksistensi bregada rakyat. "Harapannya even ini tetap menjaga kebersamaan, kekompakan antara komunitas bregada rakyat dan harapannya bisa menjadi sarana edukasi wisata dan budaya bagi penonton," ujar Widihasto.

Sementara itu, Ketua Kelompok Bregada Puroloyo Muhdi Wiyatno menuturkan, pasukan bregada terdiri atas pemain musik 15 orang, pemegang tombak 18 orang, dan para srikandi 11 orang. Untuk menghadapi even ini, latihan dilakukan selama satu minggu terakhir.

Meski latihan hanya hitungan hari, Muhdi memastikan pasukannya dalam keadaan siap. Lantaran pasukan bregada asal Imogiri, Bantul, ini kerap tampil pada acara merti dusun. Ini juga bukan kali pertama Bregada Puroloyo mengikuti kompetisi.

Sebelumnya mereka juga pernah mengikuti gelaran serupa dan menyabet gelar juara. "Tidak ada target menang, yang penting kami melakukan sebaik mungkin dan ingin memberikan hiburan kepada masyarakat," ujarnya. (isa/laz)

 

Editor : Satria Pradika
#Festival Bregada Rakyat #Keistimewaan Jogja #bregada Keraton