Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Festival Bregada Rakyat Pertahankan Eksistensi Seni Baris-berbaris Ala Keraton Jogja

Annissa Alfi Karin • Senin, 9 Oktober 2023 | 02:49 WIB
MACAK: Salah satu Bregada dalam Festival Bregada Rakyat di kawasan Sasana Hinggil Alun-Alun Selatan Jogja. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
MACAK: Salah satu Bregada dalam Festival Bregada Rakyat di kawasan Sasana Hinggil Alun-Alun Selatan Jogja. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

 

JOGJA - Festival Bregada Rakyat digelar Minggu (8/10). Sebanyak 30 kelompok bregada dengan total 1.500 orang turut serta pada gelaran ini.
 
Peserta mengenakan antribut pakaian sesuai dengan keunikannya masing-masing. Mereka berkumpul di Lapangan Minggiran dan mulai berjalan melewati rute Jalan D.I. Panjaitan dan berhenti di Sasana Hinggil Alun-Alun Selatan Jogja. 
 
 
Kegiatan ini diinisiasi oleh Paguyuban Bregada Rakyat dan Sekber Keistimewaan DIY serta mendapatkan dukungan dari Dinas Kebudayaan DIY. 
 
Perwakilan Paguyuban Bregada Rakyat Farid Armanto menyebut para peserta bregada dinilai. Indikator penilaian di antaranya meliputi kesesuaian cara jalan atau tata lampah, musik atau ungel-ungel, hingga pakaian yang digunakan.
 
 
“Kegiatan ini berbentuk seni baris berbaris ala Keraton,” kata Farid saat ditemui di Lapangan Minggiran, Minggu (8/10).
 
Farid mencontohkan, tata lampah bregada Keraton ada berbagai macam jenisnya. Mulai dari lampah rikat atau langkah kaki yang diiringi dengan musik yang agak cepat.
 
Lampah madya atau jalan dengan diiringi musik bertempo sedang. Ada juga langkah macak atau langkah dengan diiringi musik lambat sebagai simbol penghormatan.
 
 
“Musik atau ungel-ungel juga dinilai dengan ciri khasnya karena tidak sekedar tambura tau drum, tapi di sana ada alat musik yang khas,” imbuhnya.
 
Ketua Sekber Keistimewaan DIY Widihasto menuturkan Festival Bregada Rakyat ini turut menjadi ajang penguatan kapasitas pada komunitas seni keprajuritan atau bregada.
 
 
Hal ini agar masing-masing komunitas bregada punya semangat untuk nguri-uri kebudayaan yang menjadi bagian dari keistimewaan Jogjakarta.
 
Selain itu, ini juga menjadi cara Sekber Keistimewaan DIY dalam mengukur eksistensi bregada rakyat.
 
“Harapannya even ini tetap menjaga kebersamaan, kekompakan antara komunitas bregada rakyat dan harapannya bisa menjadi sarana edukasi wisata dan budaya bagi penonton,” ujar Widihasto.
 
 
Sementara itu, Ketua Kelompok Bregada Puroloyo Muhdi Wiyatno menuturkan pasukan bregada terdiri dari pemain musik sebanyak 15 orang, pemegang tombak sebanyak 18 orang, dan para srikandi sebanyak 11 orang.
 
Untuk menghadapi event ini, latihan dilakukan selama satu minggu terakhir. Meski latihan hanya hitungan hari, tapi Muhdi memastikan pasukannya dalam keadaan siap.
 
 
Lantaran, pasukan bregada asal Imogiri, Bantul, ini kerap tampil pada acara merti dusun. Ini juga bukan kali pertama Bregada Puroloyo mengikuti kompetisi. Sebelumnya, mereka juga pernah mengikuti gelaran serupa dan menyabet gelar juara.
 
“Tidak ada target menang, yang penting kami melakukan sebaik mungkin dan ingin memberikan hiburan kepada masyarakat,” ujarnya. (isa)
 
Editor : Amin Surachmad
#bregada rakyat #alun-alun selatan #Jogja