RADAR JOGJA - Pertempuran Kotabaru pada 7 Oktober 1945 memiliki makna penting dalam perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia. Tak terkecuali Jogjakarta.
Pertempuran tersebut menandai berakhirnya kekuasaan penjajah Jepang di bumi Jogjakarta. Pertempuran tersebut terjadi setelah Jepang menolak menyerahkan senjata kepada pejuang Indonesia.
Baca Juga: Pertempuran Kotabaru Jogja 7 Oktober 1945, Pejuang dan Pemuda Lucuti Senjata Penjajah Jepang
Pertempuran pun terjadi. Dikutip dari laman Vredeburg.id, dari pihak Indonesia gugur sebanyak 21 pejuang.
Berikut nama-nama 21 pejuang yang gugur dalam Pertempuran Kotabaru.
- I Dewa Nyoman Oka
- Amat Djazuli
- Faridan M. Noto
- Bagong Ngadikan
- Suroto
- Syuhada
- Sudjijono
- Sunaryo
- Supadi
- Djuwadi
- Hadidarsono
- Sukartono
- A. Djohar Nurhadi
- Sabirin
- Mohammad Sareh
- Mohammad Wardani
- Trimo
- Ahmad Zaki
- Umar Kalipan
- Abu Bakar Ali
- Atmo Sukarto
Sebagai wujud penghormatan kepada para pejuang, pahlawan, dan syuhada di seluruh Yogyakarta dikibarkan bendera setengah tiang.
Jenazah para pahlawan yang gugur dalam Pertempuran Kotabaru diberangkatkan dari Gedung Agung menuju Taman Bahagia (Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara sekitar pukul 16.00. Sekitar 17 jenazah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara.
Baca Juga: Isi Piagam Kedudukan dari Presiden Soekarno kepada Sultan HB IX dan Paku Alam VIII
Sedangkan tiga jenazah lainnya dimakamkan di pemakaman sebelah barat Masjid Agung Kauman. Jenazah Faridan M. Noto dimakamkan di makam keluarga di Glagah, Kulon Progo.
Editor : Amin Surachmad