RADAR JOGJA - Puluhan anak dari taman kanak-kanak (TK) beserta para guru dan wali murid menggelar pawai budaya. Tampak ceria, mengenakan baju Jawa gagrak Jogja mereka berjalan sambil menyanyikan lagu Jawa. Kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi memeriahkan ulang tahun ke-267 Kota Jogja. Digelar oleh TK-TK se-Kalurahan Keparakan, Kemantren Mergangsan, Kota Jogja. Diadakan Kamis (5/10) di masing-masing wilayah.
Para anak didik nampak mengenakan surjan lurik pranakan, jarik bermotif batik Jogja, dan blangkon gaya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. "Rute pawai dari TK kami mengelilingi Kampung Nyutran, Jogja. Diikuti oleh pengurus TK, komite, wali murid, siswa, dan guru. Tema yang kami angkat Bebas Berkarya," kata Kepala sekolah TK Budi Rahayu, Sulastri.
Sekolah yang terletak di Jalan Tohpati, Wirogunan, Mergangsan, Jogja memulai kirab sekitar pukul 08.00. Kirab budaya ini menjadi tontonan para warga masyarakat. "Harapan kami, sekolah turut serta melestarikan kearifan lokal Jogja. Sehingga mentalitas para siswa dapat terbangun baik", jelas Sulastri yang juga Ketua TK PKK Kemantren Mergangsan.
Sedang di TK Pamardi Putra dari Keparakan Kidul bersama TK Keparakan Lor, serta gugus Murai juga mengadakan pawai bersama. Kirab ini merupakan salah satu acara dari karnaval budaya. Kirabnya mengelilingi wilayah Kalurahan Keparakan, Mergangsan, Jogja. Start dari SD Kanisius, Jalan Ireda, Dipowinatan, Jogja finish di sekolah masing-masing.
Pawai nampak sangat meriah. Karena para guru tidak mau kalah. Ada yang mengenakan dandanan edan-edanan, ada pula yang mengenakan rumbai-rumbai. Sedangkan para murid, ada yang mengenakan pakaian jathilan lengkap dengan kuda kepangnya, ada pula yang menggotong gunungan snack makanan ringan dan jajanan pasar.
Sinar matahari yang mulai terik tak meyurutkan semangat para anak. Menyanyikan tembang dolanan anak, seperti menthok-menthok, gundul-gundul pacul, cublak-cublak suweng dll dengan diiringi alunan musil tradisional. "Para anak didik kami ada yang membawa wayang kulit, membawa alat musik tradisional, gunungan dan lain-lain. Ini semua, agar anak tidak lupa dengan budaya lokal kita yang adiluhung", ungkap Kepala sekolah TK Pamardi Putra, Estri Martini saat ditemui Radar Jogja.
Setibanya di sekolahan, TK Pamardi Putra Keparakan Kidul mengadakan dhahar kembul. Makan bersama dengan menu makanan tradisional Jogja. Suasananya terasa guyub rukun.
Acara yang rutin diadakan setiap tahun ini merupakan program dari pemerintah Kota Jogja. Tahun ini, digelar mulai 2 Oktober sampai 6 Oktober di seluruh wilayah Jogja. Bergantian tanggal, Kemantren Mergangsan, mendapat jadwal Rabu, (5/10). (hep/pra)
Editor : Satria Pradika