Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sugeng Rawuh, Karnaval Budaya Pelajar Semarakkan HUT Ke-267 Kota Jogja, Siswa Pakai Beragam Pakaian Adat

Annissa Alfi Karin • Rabu, 4 Oktober 2023 | 21:17 WIB
ULTAH: Siswa SMP Negeri 6 Kota Jogja mengikuti karnaval budaya menyambut HUT ke-267 Kota Jogja saat melintas di Jalan Pangeran Mangkubumi, Jogja, Rabub(4/10). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
ULTAH: Siswa SMP Negeri 6 Kota Jogja mengikuti karnaval budaya menyambut HUT ke-267 Kota Jogja saat melintas di Jalan Pangeran Mangkubumi, Jogja, Rabub(4/10). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

JOGJA - Beberapa ruas jalan di Kota Jogja hari ini (4/10) tampak padat. Termasuk di sekitaran Jalan Magelang hingga kawasan Simpang 4 Pingit.

Pelajar SD hingga SMP turun ke jalan dengan mengenakan beragam kostum unik dan pakaian adat. Semakin meriah dengan adanya maskot dan tabuhan alat musik oleh pasukan drum band.

Ini merupakan gelaran Karnaval Budaya Pelajar yang dilakukan oleh para pelajar di Kota Jogja. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian acara Hari Ulang Tahun ke-267 Kota Jogja, yang puncaknya akan dilaksanakan pada 7 Oktober mendatang. 

CINTA KOTANYA: Gelaran Karnaval Budaya Pelajar oleh SD Vidya Qasana, Rabu (4/10). (Alfi Annissa Karin/Radar Jogja)
CINTA KOTANYA: Gelaran Karnaval Budaya Pelajar oleh SD Vidya Qasana, Rabu (4/10). (Alfi Annissa Karin/Radar Jogja)

Salah satu sekolah yang turut meramaikan Karnaval Budaya Pelajar adalah SD Vidya Qasana. Sekolah yang beralamatkan di Jalan Tentara Pelajar 23 Kota Jogja ini mengerahkan ratusan siswanya mulai dari kelas 1 hingga kelas 6.

Kepala SD Vidya Qasana Dewi Rakhmawati menyebut masing-masing kelas diminta untuk memakai kostum yang berbeda. Ada yang memakai kostum bertema flora dan fauna, tema profesi, hingga pakaian adat Nusantara.

“Agar anak-anak juga tahu hari lahirnya Kota Jogja, sejarahnya seperti apa kemudian anak-anak bisa mencintai budaya Jogja,” kata Dewi saat ditemui di SD Vidya Qasana, Rabu (4/10).

Dewi menjelaskan, pelestarian budaya terbilang gencar dilakukan di SD Vidya Qasana. Misalnya, dengan penggunaan pakaian adat Jawa dan bahasa Jawa setiap Kamis Pahing.

Meski belum sepenuhnya lancar berbicara bahasa Jawa, tapi menurut Dewi, setidaknya ini menjadi langkah pembiasaan siswa untuk melafalkan bahasa Jawa.

Selain itu, siswa juga diminta untuk menerapkan unggah-ungguh. Contohnya, setiap pagi sebelum memasuki kawasan sekolah siswa harus menyapa guru terlebih dahulu dengan bahasa Jawa.

Baca Juga: Hotel Bintang Tiga Hadir di Gombong

“Dua atau tiga guru menyambut anak-anak, sambil anak-anak salam, cium tangan, kemudian mengucapkan salam sugeng enjing, sugeng rawuh, itu kita biasakan. Jadi, dari hal-hal seperti itu pembiasaan setiap hari, budaya ngajeni namanya,” jelas warga Pandeyan ini.

Salah satu wali murid kelas 3, Nurhayati mengaku, anaknya senang dan antusias mengikuti Karnaval Budaya Pelajar.

Putranya mendapat jatah untuk mengenakan kostum bertema flora dan fauna. Kostum dibuat secara gotong royong bersama anggota paguyuban orang tua.

Menurutnya, ini menjadi langkah yang baik dalam rangka melestarikan kebudayaan Jogjakarta. Apalagi, dikemas dengan nuansa yang menyenangkan. Sehingga, anak-anak senang hati mengikuti gelaran dari awal hingga selesai.

“Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan karena ini sebagai upaya untuk pelestarian budaya,” ungkap Nurhayati. (isa)

CINTA KOTANYA: Gelaran Karnaval Budaya Pelajar oleh SD Vidya Qasana, Rabu (4/10). (Alfi Annissa Karin/Radar Jogja)
CINTA KOTANYA: Gelaran Karnaval Budaya Pelajar oleh SD Vidya Qasana, Rabu (4/10). (Alfi Annissa Karin/Radar Jogja)
Editor : Amin Surachmad
#Kota Jogja #karnaval budaya #pakaian adat