RADAR JOGJA - Hari Ulang Tahun ke-267 Kota Jogja turut dimeriahkan gelaran Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #8. Pada gelaran sama di tahun-tahun sebelumnya, masyarakat tumpah ruah menonton karnaval tokoh pewayangan dari masing-masing kemantren di tepian jalan yang telah disiapkan panitia. Berbeda dari yang sudah-sudah, tahun ini Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Jogja akan menyiapkan tambahan tribun berbayar. Lokasinya di Jalan Margo Utomo sebelah barat.
Dispar Kota Jogja merilis harga beserta fasilitas yang didapatkan. Total ada tiga kategori yang dibanderol, mulai Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Selain mendapatkan akses menonton yang nyaman dan tidak berdesakan, wisatawan juga mendapat tambahan snack dan merchandise.
Kepala Dispar Kota Jogja Wahyu Hendratmoko mengatakan, tribun berbayar ini ditujukan bagi wisatawan yang punya budget lebih dan ingin menonton gelaran WJNC #8 dengan lebih nyaman. Apalagi, banyak penggemar fanatik WJNC yang tak bisa menyaksikan lantaran kondisinya yang terlalu berdesakan.
"Jadi mungkin ada beberapa elemen yang mungkin punya budget lebih, usianya lebih senior dari yang lainnya, sehingga akan lebih nyaman. Alhamdulillah terbukti sudah cukup banyak yang membeli," ujar Wahyu kepada wartawan di Balai Kota Jogja, Selasa (3/10/23).
Dia menyebut ada sekitar 200 seat yang terbagi dalam 10 tribun berbayar yang disiapkan. Sekitar delapan tribun di antaranya telah habis terjual. Dalam pengadaannya, Dispar Kota Jogja bekerja sama dengan usaha jasa pariwisata dan Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY).
Konsep tribun seperti ini, menurutnya, juga telah diadopsi pada gelaran even-even besar lainnya. Wahyu memastikan, Dispar Kota Jogja tak menerima uang hasil penjualan tiket tribun berbayar pada gelaran WJNC.
"Jadi kami dari Dispar sama sekali tidak dilewati uangnya itu, sehingga kembali lagi untuk pembangunan tribun dan berbagai kegiatan-kegiatan yang lain," katanya.
Adanya tiket berbayar ini, langsung mendapat protes dari Forum Pemantau Independen Pakta Integritas (Forpi) Kota Jogja. Forpi pun meminta adanya tiket berbayar dibatalkan. Alasannya, pada tahun-tahun sebelumnya tidak ada kursi berbayar. Masyarakat maupun tamu undangan dapat menyaksikan acara puncak WJNC.
"Adanya kursi berbayar ini ada kesan buruk bahwa untuk menikmati WJNC secara dekat tanpa disekat pagar harus membayar Rp 100 ribu, Rp 150 ribu atau Rp 200 ribu," ujar anggota Forpi Kota Jogja Baharuddin Kamba Selasa (3/10/23). Menurutnya, sudah semestinya acara tahunan dalam rangka memperingati HUT Kota Jogja ini tidak perlu ada kursi berbayar. Dengan begitu, masyarakat tumpah ruah menikmati acara tahunan ini tanpa harus ada kesan komersialisasi.
Kamba menambahkan, jangan ada kesan bahwa orang yang punya duit lebih bisa nonton dengan leluasa. Tanpa harus berdesak-desakan dengan membeli kursi berbayar. Menurutnya, bisa jadi masyarakat memilih menonton berbaur dengan masyarakat lainnya tanpa duduk di kursi berbayar karena untuk kebutuhan lain. Misalnya bayar sekolah maupun membeli sembako. (isa/rul)