JOGJA - Hari Batik Nasional selalu diperingati pada tanggal 2 Oktober setiap tahunnya. Berbagai pihak punya cara tersendiri untuk turut merayakannya.
Perayaan menarik dilakukan oleh para anggota TNI. Sebanyak seribu anggota TNI kompak membatik tulis di sekitaran Jalan Jenderal Sudirman, Cokrodiningratan, Jetis, Kota Jogja, Senin (2/10).
Mereka menuangkan malam dengan menggunakan canting di atas kain berukuran 50x50 cm. Di dalamnya telah diberi pola batik Gorga khas Batak. Gelaran ini, bahkan, juga turut mencatatkan Rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) Membatik.
Di satu sisi, ada TNI yang terlihat terampil. Namun, di sisi lain ada juga yang terlihat hati-hati.
Beberapa kompor juga tampak mengeluarkan api yang cukup besar. Ini lantaran wajan yang berisi malam terlalu lama dipanaskan.
Salah satu anggota TNI yang turut serta membatik adalah Serda Parjoko. Ini merupakan pengalaman pertama baginya untuk membatik secara langsung menggunakan canting dan malam.
Baginya, membatik terbilang susah-susah gampang. Dia harus menjaga suhu malam supaya stabil. Jika terlalu panas, malam akan meluber keluar pola.
Sementara itu, kalau terlalu dingin, malam akan cepat memadat dan sulit menyerap ke dalam kain.
“Baru pertama kali, jujur. Lumayan sulit, ini sampai belepotan,” kata Parjoko yang sehari-harinya bertugas di Lanud Adi Sutjipto ini.
Anggota TNI lainnya, Sersan Priyono, mengaku antusias meski baru pertama kali menjajal pengalaman membatik. Dia mengatakan cantingnya sempat beberapa kali tersumbat. Sehingga malam tak bisa keluar dengan lancar.
“Ini sangat meriah antusias dari TNI bagus sekali dengan seribu prajurit yang ikut membatik hari ini. Kita harus berbangga dengan batik,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Resor Militer Korem 072 Pamungkas Brigadir Jenderal TNI Joko Purnomo menuturkan, di tengah perkembangan pengetahuan dan teknolgi yang semakin masif, sedikit generasi muda yang mau belajar tentang warisan budaya, termasuk batik.
Kondisi ini dikhawatirkan akan mengancam kelestarian kebudayaan Indonesia. Untuk itu, gelaran membatik secara masal ini turut menjadi upaya TNI untuk nguri-uri budaya khususnya batik.
“Sebagai bagian dari budaya warga Indonesia, batik menjadi identitas Indonesia. Oleh karena itu menjadi tugas kita bersama untuk melestarikan budaya yang telah diturunkan oleh leluhur kita selama berabad-abad yang lalu,” ujarnya. (isa)
Editor : Amin Surachmad