RADAR JOGJA - Sumbu Filosofi Jogjakarta resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO pada 18 September lalu. Menindaklanjuti hal itu, Dinas Kebudayaan (Disbud) DIJ menyiapkan program Satu Aksi Sumbu Filosofi: Budaya Jogja Mendunia (Si Sufi Jogja).
Kepala Disbud DIJ Dian Lakshmi Pratiwi menjelaskan, program tersebut merupakan semua tahapan yang dirancang untuk mengimplementasi dokumen management plan Sumbu Filosofi. Yang akan diwujudkan dengan pengelolaan kawasan terpadu berbasis pemberdayaan budaya dan ekonomi masyarakat.
Management plan tersebut akan memuat rencana mengatasi lima faktor tekanan terhadap kawasan. Yaitu tekanan pembangunan, lingkungan, kesiapsiagaan terhadap bencana, pariwisata dan kebudayaan yang berkelanjutan, serta pemberdayaan masyarakat sekitar. Faktor-faktor tekanan tersebut, diyakini akan muncul dari suatu penetapan warisan dunia ini.
"Rancangannya sudah dimiliki oleh Jogjakarta dan telah diterjemahkan dalam rencana pengelolaan induk dan rencana pengelolaan per atribut atau isi dari nominasi," ujarnya Kamis (29/9).
Jika masyarakat ingin tahu tentang perencanaan pengelolaannya, bisa mengakses jogjaworldheritage.com. Di website tersebut, sudah memuat dokumen dossier, rencana pengelolaan induk dan rencana pengelolaan per atribut. "Jika muncul pertanyaan lalu apa setelah ditetapkan? Justru kita akan balik bertanya, apa yang bisa kita kontribusikan, lakukan dan perankan bersama? Bagaimana kita akan memanfaatkan status warisan dunia untuk kesejahteraan masyarakat," bebernya.
Menurutnya, proses ini dibutuhkan kolaborasi bersama sesuai tahapan. Dalam hal ini, Pemprov DIJ, Pemkot Jogja, Pemkab Bantul serta Keraton Jogjakarta telah bertemu. Karena keempatnya adalah pengelola yang ada dikawasan warisan dunia mulai dari Tugu Pal Putih-Keraton Jogjakarta dan Panggung Krapyak.
Semua pihak yang terlibat sudah bersepakat untuk melakukan pembagian kerja dan tugas. Hal ini juga sudah menjadi arahan Gubernur DIJ untuk segera merencanakan sesuatu. "Ini kejar cepat, management plan dan rencana pengelolaan per atribut sudah siap yang kemudian diterjemahkan dalam indikator monitoring sudah siap,” ucapnya.
“Kami tinggal bersepakat supaya jalannya setiap pihak yang harus berkontribusi itu jelas kemudian dikuatkan dalam regulasi dan legalitasnya," sabungnya.
Dian tak menampik penetapan warisan dunia membawa konsekuensi untuk melakukan perbaikan banyak kondisi. Sehingga warisan dunia dijadikan sebagai suatu tools atau instrumen untuk merekatkan komitmen, mengeksplisitkan kerja dan menguatkan beberapa kondisi yang harus diperbaiki. (wia/eno)