Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dies Natalis ke-72 UIN Sunan Kalijaga Gelar Sejumlah Agenda, Angkat Tema Pemimpin dan Warga Negara

Din Miftahudin • Rabu, 27 September 2023 | 00:34 WIB

 

 

 

 

TERUS BERPRESTASI: Puncak peringatan Dies Natalis ke-72 UIN Sunan Kalijaga di Gedung Prof AMin Abdullah Kampus UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, Rabu (26/09/2023).
TERUS BERPRESTASI: Puncak peringatan Dies Natalis ke-72 UIN Sunan Kalijaga di Gedung Prof AMin Abdullah Kampus UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, Rabu (26/09/2023).

JOGJA-UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan puncak acara Dies Natalis ke-72 di Gedung Prof Amin Abdullah, Kampus UIN Sunan Kalijaga, kemarin (26/9).Forum ini dihadiri Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof H Al Makin, Ketua Senat Universitas Prof H Kamsi, jajaran pimpinan universitas, dekanat, para dosen, tenaga kependidikan, dan civitas akademika UIN Sunan Kalijaga, para rektor di lingkup DIJ maupun PTKIN.

Prof Al Makin dalam orasi ilmiahnya menyampaikan, banyak prestasi yang telah diraih UIN Sunan Kalijaga dalam usianya 72 tahun ini. Semua prestasi diterima dengan rasa syukur dan tenang. Seperti kata Sunan Kalijaga“kita ikuti air mengalir, keli ananging ora keli” dalam Serat Lokajaya. UIN Sunan Kalijaga akan terus mengingat dan menerapkan ungkapan tersebut.  Air menjadi komponen utama juga dalam Tao Te Ching. Air bisa mengikis batu karang dan juga menjebol bendungan. “Namun UIN Sunan Kalijaga akan tetap tenang, jernih, dan dalam,’’tegasnya.

Tema yang diangkat dalam Dies Natalis ke-72 ini adalah “Pemimpin dan Warga Bangsa”. Tema itu terinspirasi dari gambar pemimpin Indonesia di Bandara Sukarno Hatta Terminal 2. Di sana ada gambar semua pemimpin Indonesia era Proklamasi sampai hari ini. Menurut Al Makin, kita adalah rakyat, warga, dan umat. Mahasiswa, dosen, tendik, pegawai adalah rakyat, umat, dan warga negara. Akademisi adalah warga bangsa. Kampus adalah tempat berkumpul mengumpulkan gagasan, ide, dan menyamakan semuanya.

UIN harus menyamankan semua golongan, mazhab, dan aliran. Semua harus dilindungi. Tetapi, rakyat harus rasional, baik, berbudi, jujur, dan tidak tergoda intrik dan money politic,jika ingin pemimpin yang ideal dan sama. Rakyat harus memulai untuk lurus, tegak, apa adanya, blokosuto, pratelo, jika ingin pemimpin yang begitu. Rakyat tidak menerima apapun untuk memilih pemimpinnya. Rakyat memegang idealismenya, nilai-nilainya, memilih sesuai hati nurani. “Tidak menerima apapun dari yang dipilih dan yang tidak dipilih,’’ tambahnya.

 

 

 

ORASI ILMIAH: rektor UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta Prof Al Makin saat menyampaikan orasi ilmiha di puncak acara Dies Natlis ke-72 UIN Sunan Kalijaga, Rabu (26/09/2023)
ORASI ILMIAH: rektor UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta Prof Al Makin saat menyampaikan orasi ilmiha di puncak acara Dies Natlis ke-72 UIN Sunan Kalijaga, Rabu (26/09/2023)

Menurutnya, seniman, akademisi, budayawan, penulis, sastrawan, aktivis, mahasiswa, dosen, intelektual, semua adalah rakyat. Al Makin mengajak untuk memulai dari diri sendiri sebelum memilih pemimpin, sebelum menuntut mereka, sebelum menentukan kreteria mereka. Rakyat yang baik akan memilih pemimpin yang baik. Begitu juga sebaliknya. Yang jujur akan memilih yang jujur. Yang lurus akan memilih yang jujur. Yang toleran, pro-keragaman, pro-antariman, pro-antarbudaya, pro-antartradisi, pro-kebijakan dan kebajikan akan memilih yang sama. Dan sebaliknya, jika belum toleran, antariman, kebajikannya mari mulai dan ubah. Dari diri sendiri. Jangan menghakimi, jangan menilai, jangan memojokkan. “Jangan membenci dan menyebar kebencian,’’ tegasnya.

Mengakiri orasinya, Al Makin menyampaikan Kidung Rumekso Ing Wengikarya Sunan Kalijaga. Kidung ini syair-syairnya mengandung makna: Ada sebuah kidung doa permohonan di tengah malam. Yang menjadikan kuat selamat terbebas dari semua penyakit. Terbebas dari segala petaka. Jin dan setan pun tidak mau mendekat. Segala jenis sihir tidak berani. Apalagi perbuatan jahat, guna-guna tersingkir. Api menjadi air. Pencuri pun menjauh. Segala bahaya akan lenyap.

Pada agenda mensyukurikelahiran UIN Sunan Kalijaga kali ini, UIN Sunan Kalijaga memberikan penghargaan anugerah teladan mutu dalam berbagai kriteria. Yakni; Fakultas teladan mutu, Program Studi Teladan Mutu, Dosen Teladan Mutu, Tenaga Kependidikan teladan Mutu, Mahasiswa Teladan Mutu, Auditor Teladan Mutu, Pengendali Sistem Mutu Teladan Mutu, dan Unit Teladan Mutu.

Agenda mensyukuri Dies Natalis ke 72 ini disemarakkan berbagai kegiatan akademik dan non-akademik; ziarah ke Makam UIN Sunan Kalijaga di Kadisoko,olahraga, ziarah ke Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu (Demak),  sepeda Ggmbira dan jalan sehat, melukis on The spot, malam dzikir dan do'a. Rangkaian acara ditutup dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pentas seni di Gedung Prof Amin Abdullah (Multi Purpose) UIN Sunan Kalijaga pada Rabu (27/9).(din)

 

 

Editor : Din Miftahudin
#UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta