Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Stabilisasi Harga, Bulog DIY Gelontorkan 750 Ton Beras untuk Kota Jogja

Annissa Alfi Karin • Selasa, 26 September 2023 | 20:47 WIB
MANFAAT: Warga membawa beras dalam operasi pasar di Kota Jogja Selasa (26/8). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
MANFAAT: Warga membawa beras dalam operasi pasar di Kota Jogja Selasa (26/8). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

 

JOGJA - Dinamika harga kebutuhan pokok masih terus terjadi di Kota Jogja. Salah satu komoditi yang kini harganya terbilang tinggi adalah beras. Beberapa upaya intervensi telah dilakukan oleh Pemprov DIY, Pemkot Jogja, dan Bulog DIY. Misalnya, dengan menggelar operasi pasar dan pemberian bantuan pangan.

Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY menggelar operasi pasar murah di Kemantren Gondokusuman, kemarin (25/9). Sementara hari ini (26/9), upaya intervensi kembali dilakukan dengan cara memberikan bantuan bahan pangan beras kepada keluarga penerima manfaat.

Pemberian bantuan beras kali ini dilakukan serentak di 8 kemantren di Kota Jogja. Salah satunya adalah di Kemantren Danurejan. Akan disalurkan untuk warga yang berhak dan masuk dalam data DTKS milik Kemensos. Pembagian akan dilakukan di Kelurahan Bausasran, Suryatmajan, dan Tegalpanggung secara bergiliran dalam tiga sesi.

"Hari ini ada 1.036 KK dikalikan 10 kilogram," kata Singgih saat ditemui di Kantor Kemantren Danurejan, Selasa (26/9).

Singgih berharap bantuan beras ini dapat meringankan para keluarga menuju sejahtera. Selain itu, juga dapat menciptakan stabilisasi harga beras di pasaran. Lebih jauh, diharapkan pula dapat menekan angka stunting di Kota Jogja.

"Untuk stabilisasi harga beras kita punya Kios Segoro Amarto di Beringharjo, di sana menjadi tempat operasi pasar harian karena masyarakat bisa mengakses di situ dengan harga standar," jelas Singgih yang juga Kepala Dinas Pariwisata DIJ ini.

Sementara itu, Manajer Administrasi dan Keuangan Bulog DIY Edison menuturkan pemberian bantuan ini merupakan tahap yang kedua. Total cadangan beras yang digelontorkan adalah 750 ton.

Ditargetkan, pemberian bagi warga Kota Jogja akan selesai dalam 3 hari ini. Sebelumnya, pada tahap pertama dilakukan pada April hingga Juni dengan jumlah yang kurang lebih sama.

"Di luar itu kita masih punya stok untuk stabilisasi harga. Intinya sampai Desember stok aman," ujarnya.

Edison menyebut kini harga beras di pasaran masih terbilang stabil, tapi tinggi. Untuk kategori medium saja sudah seharga Rp 12 ribu per kilogram. Dia memperkirakan, tingginya harga beras ini masih akan terjadi sampai masa panen tiba.

Namun, dia tak bisa memastikan kapan masa panen tiba. Ini karena pengaruh cuaca yang saat ini terbilang tidak menentu. Padahal dari masa tanam hingga panen membutuhkan waktu setidaknya selama tiga bulan.

"Sekarang sedang paceklik belum ada yang menanam (padi) juga," katanya.

Salah satu warga Danurejan, Wibowo mengaku menyertakan KTP dan Kartu C1 sebelum mengambil bantuan. Dia senang dan berharap pemberian bantuan beras ini dapat terus dilaksanakan. Wibowo merasa ini sangat meringankannya mengingat harga beras di pasaran ini masih terus meroket.

"Sekarang harga di pasaran sampai Rp 14 ribu. Cukup memberatkan untuk masyarakat kecil," ungkapnya. (isa)

Editor : Amin Surachmad
#Pemprov DIY #Bulog DIY #operasi pasar #Pemkot Jogja