Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pisang Raja Marto, Pisang Tersertifikasi di Gelaran Potensi Pertanian DPP Kota Jogja

Annissa Alfi Karin • Jumat, 15 September 2023 | 23:56 WIB

UNGGULAN: Salah satu produk benih bersertifikasi yaitu pisang Raja Marto dipamerkan dalam Gelar Potensi Pertanian di Balai Kota Jogja, Jumat (15/5). (Alfi Annissa Karin/Radar Jogja)
UNGGULAN: Salah satu produk benih bersertifikasi yaitu pisang Raja Marto dipamerkan dalam Gelar Potensi Pertanian di Balai Kota Jogja, Jumat (15/5). (Alfi Annissa Karin/Radar Jogja)

RADAR JOGJA - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja melaksanakan Gelar Potensi Pertanian di halaman Balai Kota Jogja, Jumat (15/9). Berbagai produk pertanian dari masing-masing kemantren unjuk gelar pada kegiatan ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jogja Suyana menyebut, gelaran ini sekaligus menjadi ajang memperkenalkan dan menggencarkan gerakan menanam bunga atau buah dalam pot atau tabulampot. Ini merupakan cara bertani dengan memaksimalkan lahan sempit.

Selain tabulampot, selama ini pihaknya juga telah menggencarkan gerakan lorong sayur hingga kampung sayur. Tanaman sayur ditanam di lorong-lorong sempit. Hasilnya, dikembalikan untuk kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Mulai Dari Nol, Inilah Perjalanan Hidup Sang Raja Ruko Jogja

"Ini untuk ngakali kondisi kita yang keterbatasan lahan. Saya berharap produknya bisa sebagai ketahanan pangan dan meningkatkan gizi keluarga," kata Suyana ditemui di halaman Balai Kota Jogja, Jumat (15/9).

Menurut Suyana, dalam praktinya tabulampot terbilang susah-susah gampang. Tak sembarang tanaman bisa ditanam di dalam pot.

"Termasuk pisang bisa (tabulampot). Kalau nanam pisang ada teknologinya, dalam artian pemilhan jenisnya. Jangan nanam pisang kepok di pot, kasihan mereka dikerdilkan. Tanamlah tanaman yang kecil, pendek," ujarnya.

Selain itu, media tanam tabulampot juga sangat terbatas. Sehingga, pelaku tabulampot harus memberi perhatian lebih dan memberi perawatan secara lebih intensif. Misalnya, media tanam harus ditambah atau diganti setiap 6 bulan sekali.

Baca Juga: Jagabaya Sidorejo Sri Wahyunarti Disebut Enggan Mundur, Inspektorat Sleman: Alasannya Lebih Mantap Diproses

"Kemudian pemupukannya, ya harus di-booster dan sebagainya. Harus seperti itu, tidak bisa dibiarkan seperti kita menanam di tanah biasa," jelasnya.

Pada gelaran ini, DPP Kota Jogja turut memamerkan benih-benih tanaman yang telah tersertifikasi. Di antaranya, benih tanaman obat, tanaman hias, hingga tanaman buah.

Menurut Suyana, penting bagi masyarakat untuk memilih benih yang telah tersertifikasi. Ini lantaran masih ada sebagian masyarakat yang tertipu.

Alih-alih tumbuh, setelah bibit ditanam dan ditunggu lama justru tidak menghasilkan apa-apa. Masyarakat bisa mendapatkan benih tersertifikasi ini bisa didapatkan di Kantor DPP Kota Jogja.

Baca Juga: Dishub Kota Jogja Gelar Uji Emisi Kendaraan Pribadi, Upaya Kendalikan Kualitas Udara

"Kita beri pengetahuan, edukasi, kaitannya dengan bibit bersertifikat untuk meningkatkan kualitas hasilnya. Jaminan mutu, sudah ada quality control-nya dari Balai Sertifikasi Tanaman," katanya.

Salah satu peserta Gelar Potensi Pertanian dari Kemantren Gondokusuman, Yeti Subari, mengaku senang bisa turut serta dalam gelaran ini. Menurutnya, ini menjadi satu cara mengenalkan tabulampot kepada masyarakat.

Dia menyadari, hampir tidak mungkin bertani pada lahan sempit yang dimiliki Kota Jogja. Untuk itu, tabulampot menjadi satu cara yang bisa dilakukan masyarakat agar tetap bisa menanam. Meskipun, dia menyadari metode menanam tanaman di dalam pot ini tetap memiliki sejumlah tantangan.

Baca Juga: Lahan Pertanian Susut, Tetapkan Status Darurat

"Di Kota Jogja sudah tidak punya tanah, lahan seadanya, media tanamnya jadi mahal. Jadi malau dari nilai ekonomis ya kita mahal di modal. Tapi, kalau diawali dengan rasa senang ya tidak masalah," katanya.

Yeti yang juga tergabung dalam Forum Petani Gondokusuman turut menggencarkan warga untuk memiliki tanaman di rumah masing-masing.

"Warga diminta untuk punya tanaman cabe jawa. Ini yang sedang digencarkan. Lebih banyak untuk jamu, tapi juga ada olahan lainnya seperti minyak cabe Jawa dan wedang uwuh cabe Jaawa," ujarnya. (isa)

Editor : Amin Surachmad
#radar jogja #Dinas pertanian dan pangan Jogja #tabulampot #potensi pertanian