RADAR JOGJA - Keraton Jogja memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakatnya. Tak hanya terkait nilai-nilai kearifan lokal. Nama kampung pun banyak yang bernuansa Keraton Jogja.
Salah satunya adalah nama kampung yang terkait dengan pangeran atau bangsawan. Dikutip dari laman Kemendikbud, ada sekitar 45 kampung.
Tapi, kali ini hanya akan disampaikan 10 kampung saja. Lengkap dengan sedikit kisah yang melatarinya.
Baca Juga: Revitalisasi Margi Hinggil Keraton Jogja, Kembalikan Fungsi Beteng sebagai Tempat Pertahanan
1. Panembahan
Letaknya di sekitar kediaman Gusti Panembahan Mangkurat (GPH Mangkubumi). Dia merupakan putra ke-18 Sultan Hamengku Buwono II dari garwa permaisuri GKR Kedhaton.
Kediaman itu, sebelumnya, merupakan tempat tinggal Pangeran Adipati Anom atau putra mahkota yang merupakan calon raja.
Berada di sebelah selatan Plengkung Tarunasara. Jika ke arah utara, akan menuju Jalan Wijilan sampai Plengkung Tarunaura. Sedangkan jika ke selatan maka menuju Jalan Gamelan.
Baca Juga: Benteng Keraton Jogja Awalnya Dibuat dari Kayu Gelondong, Diurug dengan Tanah Hasil Galian Jagang
2. Suryaden
Kampung Suryaden berada di sekitar dalem KPH Suryadi. Dia adalah suami GKR Bendoro, putri ke-22 Hamengku Buwono VII dari permaisuri GKR Kencono.
Letaknya di sebelau selatan dalem Condronegaran. Tepatnya, di Jalan Suryaden di Kalurahan Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron.
3. Mangunjayan
Nama kampung ini disematkan mengingat ada bangsawan Keraton Jogjakarta yang pernah tinggal di sana. Namanya yakni Mangunjaya.
Tempat tersebut sering disebut oleh masyarakat sebagai Keparakan Kidul.
4. Cokrokusuman
Diberi nama Kampung Cokrokusuman karena dahulu menjadi tempat tinggal KRT Cokrokusumo. Dia merupakan abdi dalem Cokro yang tugas pokoknya memberi makan burung.
Kampung Cokrokusuman masuk wilayah Kemantren Jetis.
Baca Juga: Beteng Keraton Jogja Sebagai Fungsi Pertahanan, Harusnya Ada Jalan Sampai Dua Meter untuk Keliling
5. Ngadiwinatan
Kampung Ngadiwinatan merupakan tempat tinggal GBPH Hadiwinata. Dia putra ke-64 Sultan Hamengku Buwono VII dari garwa BRAy Retnomandoyo.
GBPH Hadiwinata dikenal sebagai guru dan ahli sastra Jawa. Kampung ini berada di sebelah timur Kampung Purwodiningratan, Kalurahan Ngadiwinatan, Kemantren Ngampilan.
6. Kadipaten
Kampung Kadipaten merupakan kediaman Adipati Anom, putra mahkota KGPAA Hamengku Negoro (GPH Hangabehi). Dia adalah putra pertama Sultan Hamengku Buwono VI dari garwa permaisuri GKR Sultan (GKR Hageng).
Setelah beliau dinobatkan menjadi Sultan Hamengku Buwono VII, dalem tersebut ditempati adiknya yang bernama KPPA Mangkubumi hingga dikenal oleh masyarakat dengan nama Mangkubumen. Setelah Pangeran Mangkubumi wafat, kemudian ditempati oleh adiknya, yaitu GPH Buminoto dan para kerabat lainnya.
Baca Juga: Dulu, Jagang Benteng Keraton Jogja Lebar dan Tak Bisa Dilompati Kuda Terbaik, Juga Ditanami Gayam
7. Suryobrangtan
Kampung Suryobrangtan berada di sekitar tempat tinggal BPH Suryobrongto. Dia merupakan putra ke-25 Sultan Hamengku Buwono III dari garwa BRAy Mulyosari.
Waktu itu, ada BPH Suryobrongto bertanggung jawab terhadap pelaksanaan acara labuhan yang diadakan Keraton Jogjakarta.
Kampung Suryobrangtan berada di sebelah barat Kampung Purwodiningratan. Masuk dalam wilayah Kemantren Ngampilan.
Baca Juga: Revitalisasi Benteng Keraton, Rumah Warga hingga Hotel Akan Dibongkar
8. Suryatmajan
Kampung Suryatmajan disematkan mengingat di sana ada dalem KRT Suryoatmojo. Dia merupakan suami dari BRAy Suryoatmojo, putri ke-13 Sultan Hamengku Buwono IV dari garwa BRAy Retnaningrum.
Letak kampung ini di sebelah timur Kepatihan Danurejan. Masuk dalam wilayah Kemantren Danurejan.
9. Purwodiningratan
Diberi nama Kampung Purwodiningratan karena menjadi tempat tinggal abdi dalem KRT Purwodiningrat. Dia adalah suami dari BRAy Purwodiningrat, putri Sultan Hamengku Buwono VI dari garwa BRAy Sasmitaningrum.
KRT Purwodiningrat punya tugas khusus di Keraton Jogjakarta. Yakni, mengurus dan mengumpulkan pajak.
Kampung Purwodiningratan berada dalam wilayah administratif Kemantren Ngampilan.
10. Pujokusuman
Kampung Pujokusuman merupakan sebutan untuk wilayah sekitar kediaman GBPH Pujokusumo. Dia merupakan puttra ke-27 Sultan Hamengku Buwono VIII dari garwa BRAy Pujoningdiah.
Kampung ini berada di timur pojok beteng timur. Tepatnya, berada di sebelah selatan Kampung Dipowinatan. Masuk dalam wilayah Kemantren Mergangsan.
Baca Juga: Dishub Kota Jogja Gelar Uji Emisi Kendaraan Pribadi, Upaya Kendalikan Kualitas Udara
11. Ngadisuryan
Kampung Ngadisuryan merupakan kampung di sekitar kediaman BPH Hadisuryo. Dia merupakan putra ke-48 Sultan Hamengku Buwono VII dengan garwa BRAy Retnowinardi.
Kampung ini berada di sebelah barat Alun-Alun Selatan. Kampung tersebut masuk dalam wilayah Kemantren Kraton.