RADAR JOGJA - Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) Tamanmartani telah selesai operasionalnya pada 5 September lalu. Pemkab Sleman berupaya membersihkan sampah dari lokasi pembuangan. Pembersihan TPSS Tamanmartani ditarget instansi selesai dalam waktu dua setengah bulan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman Epiphana Kristyani mengatakan, n sampah di lTPSS Tamanmartani sudah diangkut ke Piyungan. Dalam sehari jumlah sampah yang diangkut sebanyak lima truk. Atau 25 ton per hari jika kapasitas satu truk seberat lima ton. “Jika berhentinya operasional TPSS Tamanmartani di awal September, lokasi pembuangan sampah di Padukuhan Kebon itu bisa bersih pada akhir Oktober atau pertengahan November,’’ujarnya Minggu (10/9/23).
Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jogjakarta Gandar Mahojwala meminta, agar pemerintah bisa memberikan informasi kepada publik tentang strategi pengelolaan TPSS Tamanmartani setelah selesai waktunya. Hal tersebut dinilai penting karena sampah memiliki risiko kesehatan serius. Baik itu dari lindi maupun mikro plastiknya."Publik secara umum, khususnya warga Tamanmartani punya hak untuk tahu strategi saat dan pasca penggunaan landfill harus jelas. Sehingga masyarakat tidak terkena imbas dampak lingkungannya," terang Gandar.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan, bahwa TPSS Tamanmartani telah menerapkan sistem yang ramah lingkungan. Diantaranya dengan membuat kolam miring ke arah selatan agar bisa mengalirkan cairan lindi ke bak penampungan. Setelah ditampung cairan lindi akan disedot dan dibuat menjadi eco lindi.
Selain itu, seluruh bagian kolam dan tanggul juga ditutup dengan geomembran agar tidak mencemari tanah. Kemudian sampah yang dibuang pun rutin disemprot eco lindi untuk mencegah bau dan lalat disekitar lokasi pembuangan.
"Setelah 45 hari operasi, sampah akan diambil kembali untuk dibuang ke TPA atau digiling untuk memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah organik untuk pupuk, dan yang anorganik dibuang," ucap Kustini. (inu/din)