Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Inilah Sejumlah Mitos yang Masih Dipercaya oleh Masyarakat Jogjakarta

Bahana. • Selasa, 29 Agustus 2023 | 18:22 WIB

 

Photo
Photo

RADAR JOGJA - Jogjakarta merupakan suatu daerah yang kental dengan budaya-budaya Jawa. Termasuk mitos-mitos  yang sudah turun temurun sehingga masih dipercaya oleh masyarakat setempat.

Layaknya sebuah pantangan, mitos muncul dari sebuah pengalaman dari Sejarah yang pernah terjadi di masa lalu. Meski begitu, masyarakat asli Jogja mulai menyebarkan mitos tersebut pada turis yang berkunjung ke Jogja sehingga tersebar rumor-rumor tentang mitos tersebut.

Lalu apa saja mitos-mitos mistis yang masih di percaya banyak orang hingga saat ini? Berikut adalah rangkuman urbanasia yang ada di Jogja.

1. Menggunakan Baju Berwarna Hijau di Pantai

Mitos pertama ini sudah tidak menjadi hal asing lagi untuk masyrakat Indonesia. pantangan untuk tidak menggunakan baju hijau di Pantai terutama Pantai Parangtritis.

Hingga saat ini mitos tersebut masih melekat dan diyakini banyak orang termasuk pengunjung. Mitos ini di percaya bahwa warna baju hijau merupakan warna baju kebesaran dari Ratu Pantai Selatan yaitu Nyi Roro Kidul.

Konon, jika ada wisatawan yang nekat dan melanggar pantangan tersebut, mereka bisa terseret arus ombak laut Pantai Selatan dan jasadnya akan sulit ditemukan.

PRIMADONA: Pantai Parangtritis yang ramai dikunjungi wisatawan beberapa waktu lalu. Dinas Pariwisata Bantul mencatat, hampir 80 persen wisatawan yang datang ke Bantul memilih berwisata ke kawasan pantai selatan.(ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA )
PRIMADONA: Pantai Parangtritis yang ramai dikunjungi wisatawan beberapa waktu lalu. Dinas Pariwisata Bantul mencatat, hampir 80 persen wisatawan yang datang ke Bantul memilih berwisata ke kawasan pantai selatan.(ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA )

2. Memakai Batik Motif Garuda di Keraton

Keraton Jogjakarta merupakan salah satu destinasi wisata yang kerap didatangi banyak pengunjung. Jika kamu tertarik ke sana, sebaiknya hindari mengenakan pakaian batik dengan motif garuda.

Mitos ini menyebutkan, wisatawan yang nekat melanggar pantangan itu bisa celaka atau kualat karena motif batik tersebut adalah busana khas Sri Sultan Hamengkubuwono.

3. Pasar Gaib Gunung Merapi

Untuk para pendaki gunung, mitos sering menjadi hal yang perlu untuk di perhatikan. Terlebih mitos mengenai pasar gaib yang berada di gunung Merapi ini sudah tidak menjadi hal yang asing lagi. Bertempat di pasar bubrah, yang lokasinya di puncak atau pos 4 pada pendakian gunung tersebut.

Tempat tersebut dipercaya sebagai lokasi di mana, makhluk tak kasat mata berkumpul untuk bertransaksi layaknya pasar di dunia nyata. Meski tidak bisa melihat secara langsung bagaimana penampakan 'pasar' tersebut, banyak pendaki yang mengaku kerap mendengar suara bising di lokasi itu.

4. Melewati Ringin Kurung (Ringin Kembar)

Ringin kurung merupakan 2 buah pohon beringin besar yang terletak di tengah Alun Alun Selatan Jogja. Pohon beringin kembar ini sekarang menjadi ikon tersendiri bagi kota jogja.

Di karena adanya tradisi “Masangin”, yaitu berjalan dengan mata tertutup untuk bisa lewat diantara kedua pohon beringin tersebut. Tradisi ini kian populer dengan adanya mitos bahwa bagi siapa yang dapat melakukan tradisi masangin maka apapun permintaan orang tersebut bakal terpenuhi. Dan bagi yang gagal maka itu mencerminkan bahwa hati orang tersebut kurang bersih.

Selain tradisi tersebut, mitos lain yang beredar adalah Ringin kurung merupakan gerbang penangkat bagi kerajaan. Konon zaman dahulu banyak tentara penyerang yang akan kehilangan kekuatan dan akal pikiran ketika melewati pohon beringin tersebut.

5. Mendengar Suara Andong

Mitos selanjutnya, yaitu mengenai pengunjung, jika mendengar derak roda Andong beserta derap kaki kuda di malam hari bisa menandakan bahwa para pendatang tersebut akan betah tinggal di Jogja.

Konon, Derak Andong dan Kuda tersebut milik Kanjeng Ratu Kidul sebagai sambutan selamat datang bagi para pendatang oleh Penguasa Pantai Selatan.

Itulah desas desus mengenai mitos yang saat ini masih di percaya oleh banyak orang. Namun terkadang mitos hanya dibuat-buat untuk menakut-nakuti atau sebuah cerita sejarah. Hal ini tergantung pada pribadi masing-masing untuk percaya atau tidak percaya. (M2/Helmy Tanti Bongga)

Editor : Bahana.
#gaib #mitos #Keraton #radar jogja #urban legend #Jogjakarta #Andong