RADAR JOGJA - Sebanyak 17 peserta terpilih dari total 50 peserta yang tergabung dalam inkubasi dan capacity building desainer dan pembatik muda DIJ menampilkan 102 karya dalam gelaran Fashion on Street Festival Prawirotaman, Sabtu(26/8).
Gelaran ini merupakan showcase atau rangkaian kegiatan menuju puncak Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2023 pada Oktober mendatang, para peserta menampilkan karya-karya baru yang umumnya bersifat kolaboratif.
Ketua tim pelaksana capacity Building Lia Mustafa mengungkapkan, para peserta menampilkan karya-karyanya dalam dua sesi yakni sore dan malam hari."Ini jadi pemanasan atau showcase menuju JIBB nanti, karya sore itu look-nya casual, lalu malam hari look-nya resort wear," terang Lia.
Baca Juga: Mahasiswa adalah Penggerak Perubahan Kapolda DIJ di Hadapan Mahasiswa Baru UIN Sunan Kalijaga
Lia menyebut, Fashion On Street Festival Prawirotaman diharapkan jadi salah satu media untuk mengenalkan karya-karya rancangan pembatik dan desainer DIJ pada khalayak yang lebih masif."Harapannya Jogja menjadi ikon atau tujuan wisatawan dan menjadi pusat desain yang mendunia," ucapnya.
Capacity building merupakan sebuah program yang digagas secara kolaboratif antara Dekranasda DIJ dan juga Bank Indonesia kanwil DIJ dengan mengakomodasi anak-anak milenial di wilayah DIJ dalam mengembangkan produknya."Memang milenial, maksimal usianya 35 tahun, kami harap agar regenerasinya juga terus berjalan," harapnya.
Sekretariat Dekranasda DIJ Arifin menyampaikan, para peserta secara konsisten diberikan pelatihan dari para mentor untuk menciptakan karya-karya baru yang kolaboratif untuk JIBB mendatang.Dengan harapan, para peserta tidak saja membuat karya yang bersifat estetis namun juga memiliki nilai fungsional.”Masing-masing kabupaten kota sudah dibuat tim, akan dibantu juga untuk menampilkan karya yang fungsional pada JIBB," papar Arifin.
Baca Juga: Penerimaan Capai Rp 4,76 T, Kinerja APBN di DIJ Tunjukkan Tren Positif
Inkubasi capacity building melewati beberapa tahapan, teranyar para peserta telah sampai di tahap keempat pembinaan dan masih akan terus berlanjut ke depannya."Ini tahapan keempat, kami mulai dari roadshow, introduction, pelatihan dan hari ini adalah kolaborasi," tuturnya.
Penuturan lain datang dari salah seorang peserta terpilih Putri Utami, dalam Fashion On Street Festival Prawirotaman putri menghadirkan karya dengan tema perjalanan."Tema perjalanan dan motif batik pewarnaan yang menggunakan teknik otodidak dan motif abstrak," ungkapnya.
Diakui Putri, tema perjalanan dipilihnya karena mengadopsi konsep perwujudan pola pikir mengenai kehidupan mulai dari rasa senang, sedih, syukur hingga kehilangan."Mustahil rasanya manusia tidak merasakan perasaan itu, dan itu semua terangkum dalam perjalanan," tutupnya (iza/din).
Editor : Satria Pradika