Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ditanya Soal Suasana Kontestasi Pemilu 2024, Megawati: Seperti Orang Berdansa

Annissa Alfi Karin • Selasa, 22 Agustus 2023 | 22:58 WIB

MERAH HITAM: Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri di kantor DPD PDI-P DIY, Selasa (22/8). (Alfi Annissa Karin/ Radar Jogja)
MERAH HITAM: Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri di kantor DPD PDI-P DIY, Selasa (22/8). (Alfi Annissa Karin/ Radar Jogja)

 

JOGJA - Ketua Umum Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDI-P) Megawati Soekarnoputri mengunjungi Kantor DPD PDI-P di Jalan Tentara Rakyat Mataram, Kelurahan Bumijo, Kemantren Jetis, Kota Jogja, Selasa (22/8). Tak datang sendirian, Mega datang dengan didampingi Ganjar Pranowo, bakal calon presiden yang diusung PDI-P.

Pada kesempatan ini, Mega turut memberikan arahan pada kadernya di DIY. Di sela-sela paparannya, dia sempat menyebut suasana kontestasi pemilu 2024 mendatang yang diibaratkannya seperti orang berdansa.

Baca Juga: Bareng Ganjar, Megawati Beri Arahan Sekaligus Pantau Kantor Baru DPD PDIP DIY

“Pak Jokowi setelah periode satu, begitu selesai periode dua. Jadi saya dipanggil, ditanya, 'Bu, suasana nanti ketika akan pemilu kalau menurut Ibu suasananya akan seperti apa?' Saya gampang aja. Tahu nggak kalau orang berdansa. Urusan berdansa itu simbol. Berdansa itu bisa sendiri, bisa berdua, bisa ramai-ramai, bisa slow-motion, gerakannya pelan, ada rumba, ganti-ganti pasangan,” katanya saat memberikan paparan di Gedung DPD PDI-P DIY Selasa (22/8).

Mega juga menyebut para kadernya untuk solid dan bekerja keras. Dia meminta para kader untuk mendengarkan aspirasi hingga ke akar rumput.

Baca Juga: Dewan Pers Dorong Pemilu Damai Lewat Penyiaran dan Peliputan, Kampret dan Cebong Nggak Akan Hilang

Apalagi, menurutnya, saat ini merupakan masa-masa perang darah. Ini lantaran banyaknya survei hingga pemberitaan yang berkembang lewat media. Sehingga, kesolidan dan kerja keraslah satu-satunya jalan yang bisa ditempuh oleh para kader.

“Tidak ada jalan lain. Istilah perang darah, lihat survei, lihat medsos, media, lihat pencitraan, pembulian. Kalau kita, urusannya solid, kerja keras. Tidak ada jalan lain!” tegasnya.

Pada kesempatan ini, Mega juga mengingatkan para kader untuk tidak memakai joki. Termasuk juga tidak menerapkan politik uang.

Baca Juga: Edukasi Publik, Pihak Partai dan Penyelenggara Pemilu Diminta Tidak Pelit Informasi ke Insan Pers

Di sisi lain, masyarakat juga diminta untuk tidak asal memilih calon pemimpin. Menurut Mega, mencoblos calon pemimpin hanya memerlukan waktu lima menit. Sementara jika salah memilih, masyarakat yang akan merasakan hasil kepemimpinan selama lima tahun.

“Itu ada pengalaman. Satu tahun sebelum pilkada itu masyarakatnya sudah diduitin. Bayangin satu orang bisa Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta. Dari mana duitnya? Itu pasti hasil korupsi, tidak mungkin enggak. Kalau yang nerima, KTP-nya diminta, difoto. Jadi, kaya udah dipegang," jelasnya.

Megawati juga menyinggung soal joki. "Ibu kan udah pernah ngomong jangan main joki-jokian. Ini tarungnya gak bisa pakai joki, gak bisa pakai duit, saya juga ngomong. Kamu (masyarakat) yang kejadian itu gimana kok pemerintahannya kaya gitu? Lha piye, siapa suruh kamu ambil calon hanya karena mata duitan Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta. Makanya inget, 5 menit nyoblos, 5 menit merasakannya,” ungkapnya. (isa)

Editor : Amin Surachmad
#megawati soekarnoputri #kerja keras #akar rumput