Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bacakan Kidung Rumekso Ing Wengi Tolak Bala

Wulan Yanuarwati • Jumat, 18 Agustus 2023 | 20:20 WIB

 

KHIDMAT: Rektor UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta Prof Al Makin dalam Upacara HUT RI ke-78 di Kampus UIN Sunan Kalijaga, Kamis (17/08/23).
KHIDMAT: Rektor UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta Prof Al Makin dalam Upacara HUT RI ke-78 di Kampus UIN Sunan Kalijaga, Kamis (17/08/23).



RADAR JOGJA – Rektor UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta Prof Al Makin membacakan salah satu kidung yang terkenal dari Sunan Kalijaga dalam Upacara Peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan RI di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Kamis (17/8/23).


Kidung dari Sunan Kalijaga yang terkenal itu ialah Kidung Rumekso Ing Wengi. Kidung ini dituturkan sebagai doa, bertujuan agar terhindar dari bala, malapetaka dan bencana. "Ana kidung rumekso ing wengi. Teguh hayu luputa ing lara. Luputa bilahi kabeh. Jin setan datan purun. Paneluhan tan ana wani. Niwah panggawe ala. Gunaning wong luput. geni atemahan tirta. Maling adoh tan ana ngarah ing mami. Guna duduk pan sirno," begitu penggalan kidung yang dituturkan Al Makin.


Artinya, ada sebuah kidung doa permohonan di tengah malam. Yang menjadikan kuat selamat terbebas dari semua penyakit. Terbebas dari segala petaka. Jin dan setan pun tidak mau mendekat. Segala jenis sihir tidak berani. Apalagi perbuatan jahat, guna-guna tersingkir. Api menjadi air.

Pencuri pun menjauh dariku. Segala bahaya akan lenyap.
Dengan dibacakan Kidung Rumekso Ing Wengi itu, terbesit harapan dan doa. Al Makin berharap Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan keselamatan kepada seluruh umat manusia. Tidak terlepas dari keselamatan para pemimpin bangsa, para Pimpinan UIN Sunan Kalijaga, dosen, tendik, dan para mahasiswa.
 
Al Makin juga membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas. Peringatan HUT ke-78 RI mengingatkan pada bambu runcing para pahlawan yang bersimbah darah. Mereka berjuang tidak mengenal takut dan derita.


"Memori kita memutar kembali penggalan peristiwa bersejarah yang terjadi di banyak daerah dan berkisah tentang mereka yang rela berjuang demi kemerdekaan dan masa depan generasi bangsa," ujarnya.


Upacara peringatan ini juga sebagai salah satu upaya bersyukur atas anugerah kemerdekaan yang dirasakan bersama. Sekaligus mengenang dan menghormati jasa para pahlawan. Maka, Al Makin mengajak agar bisa mengisi kemerdekaan dengan baik dan bijaksana."Menjadi kewajiban kita untuk mengisi kemerdekaan ini dengan kinerja terbaik agar dapat terus melaju menuju Indonesia Maju," ujarnya.
 
Di sisi lain, Al Makin turut menyinggung pentingnya merawat kerukunan umat di tengah keberagaman. Ikhtiar membumikan dan menjunjung nilai-nilai Moderasi Beragama harus terus dikedepankan. Hal ini demi menciptakan toleransi, sikap anti kekerasan serta penghormatan atas budaya dan tradisi.


Apalagi, sebentar lagi Indonesia menghadapi tahun politik. Maka ASN Kementerian Agama harus mampu menjadi perekat di tengah perbedaan pilihan masyarakat."Jangan sampai beda pilihan menjadi sebab perpecahan dan mengoyak jalinan silaturahim, persaudaraan, dan persatuan anak bangsa," pesannya. (lan/din).

Editor : Satria Pradika
#UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta #UIN