Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kirab Suran, Tradisi Warga Krasak Kotabaru Hormati dan Nguri-uri Makam Pangeran Sumedang

Annissa Alfi Karin • Jumat, 18 Agustus 2023 | 02:47 WIB
SYUKUR: Gunungan yang dibawa pada prosesi kirab suran Paguyuban Magersari Widoromanis, Kamis (17/8). (Alfi Annissa Karin/ Radar Jogja)
SYUKUR: Gunungan yang dibawa pada prosesi kirab suran Paguyuban Magersari Widoromanis, Kamis (17/8). (Alfi Annissa Karin/ Radar Jogja)

 

JOGJA - Paguyuban Magersari Widoromanis menggelar upacara adat dan tradisi suran tahun 2023, Kamis (17/8). Prosesi upacara adat dimulai dengan Kirab Bregodo Widoromanis yang membawa satu buah gunungan berisi sayuran. Titik start berada di depan Hotel Le Krasak Kotabaru menuju Pendopo Magersari Widoromanis. 

Selain kirab, ada juga pertunjukan tari dari Sanggar Sekar Widoro. Beberapa sesajen juga disiapkan sebagai wujud rasa syukur. Serangkaian upacara adat ini dilakukan dalam rangka menghormati serta nguri-uri makam Pangeran Sumedang asal Jawa Barat. Konon, Pangeran Sumedang turut berperang bersama Sultan Agung.

Juru Kunci Makam Widoromanis Teguh Santoso menyebut upacara ini dilaksanakan dua kali setiap tahunnya. Tepatnya, pada bulan Sura dan Sadran.

"Acara ini upacara adat karena kita hidup di Kota Jogja yang penuh dengan budaya dan tradisi. Dan ini sudah turun temurun," kata Teguh saat ditemui di Pendopo Magersari Widoromanis, Kamis (17/8).

Sementara itu Teguh menambahkan, Paguyuban Magersari Widoromanis dibentuk sebagai wadah bagi warga untuk menyelesaikan masalah. Itu mencakup masalah antar warga ataupun pemerintah. Paguyuban bertugas untuk mencarikan solusi atas konflik yang terjadi.

"Karena ada perkembangan zaman, di sini semuanya ikut Sultan Ground. Terkadang ada konflik dan permasalahan antar tetangga, pemerintah, masyarakat. Jadi, kita buat paguyuban ini untuk memecahkan masalah-masalah seperti itu. Biar tidak ada konflik. Kalau ada, permasalahan nanti diselesaikan di paguyuban itu," jelasnya.

Sementara itu Ketua Rintisan Kelurahan Budaya (RKB) Kotabaru Sugeng Hernanto mengapresiasi gelaran upacara adat ini. Menurut Sugeng, tradisi ini dapat memperkaya Kotabaru sebagai RKB

"Sangat bagus sekali dan banyak potensinya. Harapan kami di RKB ini adalah pendukungnya. Ketika tidak ada potensi-potensi seperti ini tidak akan menjadi RKB. Mudah-mudahan ke depannya dengan penampilan dari rekan-rekan dari RW 05 Krasak ini akan lebih menambah nilai RKB Kotabaru," ujarnya

Dia berharap, ke depan upacara adat ini dapat segera mendapat nomor induk kebudayaan (NIK).

"Mudah-mudahan tahun depan bisa. Yang sudah ada adat dan tradisi. Saya sangat senang punya potensi yang luar biasa. Krasak itu banyak sekali warganya mulai dari anak-anak hingga lansia semua berpartisipasi," ungkapnya. (isa)

Editor : Amin Surachmad
#Kirab Bergodo #Sultan Groud #jawa barat