JOGJA - Konser Serenade Bunga Bangsa kembali digelar. Gelaran kali ini merupakan ke-9 tahun ini.
Sebanyak lebih dari 80 musisi akan terlibat dalam konser ini. Konser yang dikemas orkestra ini bertujuan untuk mempromosikan sejarah lokal.
Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman Dinas Kebudayaan DIY Budi Husada mengatakan, Konser Serenade Bunga Nangsa #9 diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan HUT Ke-78 Republik Indonesia dan menyambut Hari Keistimewaan DIY.
"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan akan peristiwa sejarah, meningkatkan kesadaran sejarah bangsa sendiri serta menginternalisasi rasa cinta tanah air, nasionalisme dan kebanggaan akan Indonesia bagi para pelaku yang terlibat maupun masyarakat yang hadir sebagai audiens," katanya saat jumpa pers belum lama ini.
Budi menjelaskan, konser orkestra yang bertajuk Istimewa Jogjakarta, Indonesia Maju itu akan melibatkan lebih dari 80 musisi dan repertoar. Dengan menghadirkan conductor Eki Satria, Solis biola Mevlied Nahla, serta konser master Afif Ilhamzah.
Ada 8 repertoar yang akan dibawakan. Karya-karya yang dibawakan merupakan lagu bernuansa kebangsaan seperti Api Kemerdekaan, Hari Merdeka dan Hymne Kemerdekaan. Lagu-lagu ini disajikan dalam bentuk medley dengan solis biola Mevlied Nahla. Pada konser ini akan dibawakan juga lagu Bersukaria ciptaan Bung Karno.
"Ini sangat tepat dibawakan untuk merayakan ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia," ujarnya.
Disamping bernuansa kebangsaan, karya-karya yang mempertegas keistimewaan juga akan dibawakan. Salah satunya yakni karya baru Eki Satria yang menyuarakan kepemimpinan Hamengku Buwono (HB) IX.
"Beliau (HB IX) merupakan tokoh sentral dalam sejarah keistimewaan DIY," jelasnya.
Komposisi baru Vishnu Satyagraha berjudul Hamemayu Hayuning Bawana menjadi respons terhadap Sumbu Filosofi Jogjakarta. Saat ini sedang diusulkan sebagai warisan dunia kepada UNESCO.
Sedangkan karya jajan mengekspresikan kuliner-kuliner Jogjakarta yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
"Lagu lain yang akan dibawakan adalah Lancaran 45 atau Lagon Juang Semangat 45 merupakan lagu yang biasanya dibawakan dengan iringan gamelan karya Presiden Soekarno dan Ki Narto Sabdo," terangnya.
Menurutnya, selama masa pandemi Covid-19 konser serenade bunga bangsa harus berlangsung dengan penonton live terbatas. Namun, saat ini konser ini sudah dapat dinikmati secara langsung di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta pada 19 Agustus mendatang.
Undangan untuk konser ini bisa didapatkan dengan narahubung 0818-0710-0696 (Endah) dan 08122994840 (Firlie). Ikuti terus Instagram @dinaskebudayaandiy atau laman budaya.jogjaprov.go.id untuk mendapatkan info pengambilan tiket dan kabar terbaru lainnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY Anita Verawati mengatakan, pawai kemerdekaan juga akan digelar bekerjasama dengan Paguyuban Karnaval Jogja Istimewa. Akan menampilkan talent-talent dari Jogja Fashion Carnival.
Kegiatan pawai ini diikuti 15 kelompok hasil seleksi dari pemprov dan sekitarnya. Selain itu, akan dimeriahkan tim Paskibraka DIY, dua kelompok marching band serta dua bintang tamu karnaval dari Banyuwangi Etno Carnival dan Traya Art Center Solo.
"Pawai kemerdekaan 2023 ini mengusung tema Titis Ginaris Sunar Binabar yang menggambarkan keindahan garis imajiner Jogjakarta mulai dari pantai selatan hingga Gunung Merapi. Ini terbuka untuk masyarakat umum dan diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke DIY," tambahnya. (wia)