JOGJA - Kawasan Ketandan akan terus dilakukan penataan dengan menonjolkan akulturasi budaya Tionghoa.
Disamping untuk mendukung Sumbu Filosofi Jogja, penataan juga sebagai upaya menghidupkan kawasan di sekitar Malioboro. Agar pengunjung bisa terpecah konsentrasinya.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan, konsep penataan kawasan Kampung Ketandan tidak akan mengadopsi Chinese Town yang ada di Singapura atau Malaysia. Namun akan tetap memperhatikan unsur lokalitas di sana yakni menyajikan akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa.
"Sebenarnya kami bukan Chinese Town, ya, menyebutnya peranakan. Arah hadap bangunannya kan nggak sama persis, nggak mungkin ngungkuri (membelakangi) Keraton. Jadi, ada kejawaannya yang kuat di sana, akulturasi, saya suka nyebutnya Kampung Ketandan," katanya Selasa (15/8).
Dian menjelaskan dari sisi kebudayaan sudah memiliki masterplan rancangan penataan Kawasan Ketandan. Saat ini baru tahap memetakan kajian dari beberapa OPD seperti Dinas Perhubungan (Dishub) DIY dan Dinas Koperasi dan UKM DIY. Menyusul pembebasan lahan di belakang Ramayana untuk pemindahan Teras Malioboro 2.
"Ini baru memetakan kajian dari beberapa OPD. Kami punya master plan, tetapi dari sisi kebudayaan. Kan harus digabung juga dengan beberapa program dari Dishub dan Dinas Koperasi dan UKM,” ujarnya.
Revitalisasi bangunan yang ada di Ketandan pun terus dilakukan untuk mewujudkan penataan. Sudah ada 5 bangunan yang direvitalisasi tahun 2022 lalu. "Sementara, untuk tahun ini akan dilakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk penataan fasad Kawasan Ketandan di tahun depan," jelasnya.
Menurutnya, penataan Kawasan Ketandan disamping untuk mendukung sumbu filosofi juga sebagai upaya untuk menghidupkan kawasan di sekitar Malioboro.
Penataan Kawasan Ketandan dari sisi kebudayaan juga turut disertakan dalam kajian usulan Sumbu Filosofi yang diajukan pada UNESCO.
"Ada korelasinya dengan sumbu filosofi sebenarnya yang kita lihat sekarang kan proses penataan ke depan agar semua tidak terfokus di malioboro tapi juga menghidupkan kawasan di belakang termasuk penataan parkir agar tidak macet nanti terkoneksi ke Senopoati juga," tambahnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad