RADAR JOGJA - Kebiasaan membuang sampah sembarangan masih terjadi di Kabupaten Sleman. Beberapa lokasi pun menjadi sasaran pembuangan sampah liar tersebut. Dari hasil pantauan Radar Jogja, beberapa lokasi pembuangan sampah seperti di sisi barat Jembatan Kronggahan. Di lokasi itu, nampak beberapa kantong sampah yang dibuang sembarangan di pinggir jalan.
Kantong-kantong sampah juga nampak di sepanjang pinggir jalan di Ring Road Utara. Kehadiran kantong sampah itu pun cukup mengganggu pengguna jalan karena bau yang tidak sedap. Selain dua lokasi itu, sempat viral pula rekaman CCTV seorang pemotor yang membuang sampah pada gang sepi di Minomartani, Ngaglik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Epiphana Kristyani mengatakan, pihaknya sudah berupaya agar sampah-sampah liar di kabupaten Sleman dapat dibersihkan. Upayanya dilakukan dengan pengangkutan secara rutin menggunakan truk sampah dan petugas kebersihan.
"Namun meski sudah kami bersihkan bisanya tumpukan sampah biasanya akan timbul kembali. Contohnya di Kapanewon Depok yang sudah kami bersihkan, tiga jam kemudian dilapori kalau sudah ada sampah lagi. Kesadaran masyarakat untuk mau mengelola sampah memang masih kurang," beber Epiphana kemarin (14/8).
Menurutnya, penyebab masih banyaknya sampah liar di Sleman karena rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dari rumah. Padahal jika bisa dikelola secara mandiri permasalahan sampah bisa selesai. Tanpa perlu dibuang sembarangan atau dibawa ke TPST Piyungan dan TPSS Tamanmartani.
Epiphana menyebut, untuk mengolah sampah dari rumah bisa dilakukan dengan cara memilah sampah terlebih dahulu. Yakni dengan memisahkan sampah organik dengan anorganik. Sampah organik seperti sisa makanan dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak atau dibuang ke jugangan. Sementara sampah anorganik bisa dikumpulkan untuk dijual kepada pengepul.
"Sudah saatnya bagi masyarakat untuk bekerja sama mengelola sampah," pesannya.
Sebelumnya, Pemkab Sleman resmi mengoperasikan TPSS Tamanmartani yang terletak di Padukuhan Kebon sejak Senin (7/8). Dengan beroperasinya lokasi pembuangan sampah tersebut, kepala daerah setempat mengklaim permasalahan sampah di Bumi Sembada akan aman hingga 1,5 bulan. Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, TPSS Tamanmartani memiliki kapasitas sebesar 1.500 ton atau setara dengan 3.750 meter kubik. “Setelah 45 hari operasi sampah akan diambil kembali untuk dibuang ke TPA atau digiling untuk memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah organik untuk pupuk, dan yang anorganik dibuang," ujar Kustini. (inu/eno)
Editor : Satria Pradika