RADAR JOGJA - Sebagai upaya meminimalisasi peningkatan produksi sampah di DIJ pada momentum peringatan HUT ke -78 RI, masyarakat dihimbau bertanggung jawab terhadap sampah masing-masing usai penyelenggaraan perayaan tersebut. Terlebih TPST Piyungan hingga saat ini masih beroperasi secara terbatas karena mengalami kelebihan kapasitas.
Asisten Sekda DIJ Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum Sumadi mengatakan, masyarakat diharapkan dapat bertanggung jawab terhadap sampah. Hal ini mengingat pelaksanaan upacara yang biasanya dilakukan di lapangan seringkali menimbulkan sampah. "Kita imbau kepada masyarakat dan panitia atau penyelenggara misalnya ada yang menggelar upacara atau pertandingan-pertandingan di lapangan dan bisa menimbulkan sampah bisa bertanggung jawab menjaga kebersihan" katanya Minggu (13/8/23).
Sumadi menjelaskan imbauan itu telah disampaikan kepada pemerintah kabupaten/kota. Pemerintah setempat selanjutnya diminta menyampaikan imbauan yang sama hingga tingkat kalurahan. "Terkait sampah sudah kebijakan dari Pemprov DIJ dan kabupaten/kota terhadap masyarakat yang menyelenggarakan acara perayaan," ujarnya.
Pun diharapkan ada upaya pemilahan sampah secara mandiri di tingkat hulu. Ini agar sebagai upaya mengurangi beban sampah yang dibuang ke TPST Piyungan. "Organik dan anorganik bisa dipisah. Permintaan itu sudah kita lakukan ke lima wilayah," tambahnya.
Kepala Bagian Humas Biro Umum Humas dan Protokol (UHP) Setda DIJ Ditya Nanaryo Aji menambahkan tujuh sirine akan dibunyikan di beberapa titik di DIJ saat peringatan detik-detik proklamasi pada 17 Agustus 2023 pukul 10.18. Hal ini sesuai edaran Pemerintah Pusat, Pemprov DIJ pun telah bekerjasama dengan pemkab dan pemkot. "Selama sirine dibunyikan, diharapkan masyarakat turut berpartisipasi dengan menghentikan sementara kegiatannya untuk mengikuti detik-detik proklamasi tersebut," imbuhnya. (wia/din)