Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cerita Warga Sekitar Lokasi Penemuan Tengkorak di Benteng Keraton Jogja: Dengar Suara Orang Ndeplok Jamu

Rizky Wahyu • Rabu, 9 Agustus 2023 | 06:02 WIB

SAKSI SEJARAH: Pekerja sedang bekerja di lokasi revitalisasi Beteng Baluwerti Keraton Jogjakarta Selasa (8/8). (RIZKY WAHYU/RADAR JOGJA)
SAKSI SEJARAH: Pekerja sedang bekerja di lokasi revitalisasi Beteng Baluwerti Keraton Jogjakarta Selasa (8/8). (RIZKY WAHYU/RADAR JOGJA)

 

RADAR JOGJA - Warga sekitar memiliki banyak cerita terkait lokasi penemuan diduga tengkorak manusia di proyek revitalisasi Benteng Keraton Jogja. Di mana, cerita tersebut diperoleh dari leluhur mereka.

Ketua RT 55 RW 14 Panembahan Suharti menceritakan, dulu di sekitar tempat beteng yang sedang direvitalisasi itu adalah sebuah tegalan yang berisi pohon pisang dan ketela.

"Mungkin dulu pada saat perang, ada yang meninggal. Kan tidak mungkin keluar beteng, terus dimakamkan. Jadi, pas gugur langsung dimakamkan di situ," ujarnya saat ditemui Radar Jogja, Selasa (8/8).

Baca Juga: Benteng Keraton Jogja Didesain Pangeran Mangkubumi, Ada yang Hancur saat Geger Sepehi

Menurut Suharti, kerangka tengkorak manusia yang ditemukan itu adalah kerangka dari para prajurit Jogja. Sebab, pada saat ditemuka posisi kerangkanya itu seperti dimakamkan secara Islam.

"Kemarin kepalanya masih menghadap kiblat," tegasnya. 

Suharti membeberkan, dulu sekitar tahun 1970 di tempat penemuan tersebut dibangun rumah-rumah. Pada saat membikin pondasi juga ada yang menemukan tulang-tulang. 

Baca Juga: Temukan Tengkorak di Proyek Revitalisasi Benteng Keraton Jogja

"Tulang-tulang itu, kata Simbah saya dulu, adalah mayat-mayat dari peperangan," katanya. 

Di Pojok Beteng Lor Wetan, dulu saat dilakukan revitalisasi ternyata juga ditemukan tulang-tulang. "Kalau di sana dulu banyak yang menemukan banyak tulang-tulang kuda. Kan di sana dulu dibom," beber Suharti.

Suharti adalah salah satu warga yang tergusur atas pembangunan renovasi beteng tersebut. Dulu saat tinggal di tempat itu, ketika malam sering mendengar ada suara seperti orang ndeplok (menghaluskan) bahan untuk membuat jamu.

Baca Juga: Kokoh Berdiri Lebih Dua Abad, Benteng Keraton Jogja Dibangun HB I

"Itu kedengeran banget. Saya kira itu tetangga saya dulu. Namun, pas pagi hari saya tanya tetangga saya, ia menjawab, bukan itu bukan saya," ucapnya

Murjono, 64, warga Mangunegaran Kidul, Jogja, menceritakan saat kecil sering didongengkan oleh simbahnya. Yakni, lokasi penemuan kerangka tengkorak itu dulu dinamakan Plengkung Bunthet. 

Plengkung Buntet adalah semacam pintu masuk Keraton Jogja yaang pernah dibobol pasukan Inggris. Lantas, pintu itu ditutup. Orang-orang Inggris yang sudah masuk lalu dibunuh dan dikubur di sana. 

Pasukan Inggris yang dimaksud yakni saat terjadi Geger Sepehi. Terjadi pada 19 dan 20 Juni 1812.

"Dulu tanah di sana tinggi, seperti puntukan itu," ungkapnya. (ayu)

Editor : Amin Surachmad
#Tengkorak Manusia #Benteng Keraton Jogja #Benteng Baluwarti