Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dampak Kenaikan Tidak Signifikan

Wulan Yanuarwati • Senin, 7 Agustus 2023 | 20:40 WIB
NAIK LAGI: Suasana aktivitas salah satu SPBU di Kota Jogja beberapa waktu lalu (3/5/23).
NAIK LAGI: Suasana aktivitas salah satu SPBU di Kota Jogja beberapa waktu lalu (3/5/23).

RADAR JOGJA - PT Pertamina menaikkan harga tiga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi sejak 1 Agustus. Tiga BBM nonsubsidi adalah Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Dengan masing-masing harga di DIJ yakni Rp14.400, Rp13.950, dan Rp14.350. Hanya saja, dampak kenaikannya disebut tidak terlalu signifikan.


Hal itu diungkapkan oleh Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Y Sri Susilo. Menurutnya, dampak kenaikan BBM nonsubsidi memiliki kecenderungan yang berbeda. Jika dibandingkan dengan naiknya harga BBM subsidi.
"Berdasarkan beberapa kajian, memang yang kenaikan subsidi berdampak lebih besar daripada yang nonsubsidi," tegasnya Magelang (6/8/23).


Bahkan, kenaikan ini cenderung tidak terasa bagi sebagian orang. Hal ini dikarenakan segmen pengguna berbeda. Yang kemudian menyebabkan multiplier effect pada harga barang lainnya.
"Karena yang subsidi kan biasanya banyak digunakan untuk konsumsi oleh transportasi umum, seperti bus, truk, angkutan umum lainnya. Sehingga dampaknya secara ekonomi tetap lebih signifikan daripada yang nonsubsidi," bebernya.


Sri menilai, pengguna BBM nonsubsidi pada umumnya konsumen rumah tangga atau perusahaan. Sehingga dampaknya mengarah pada pegeluaran yang lebih besar dan berpengaruh pada daya beli. Sedangkan pendapatan mereka, dimungkinkan stagnan.
"Bagi konsumen BBM nonsubsidi ini harus mengeluarkan anggaran lebih besar. Berdampak jika pendapatan mereka tetap, tentu akan mengurangi pendapatan yang bisa ditabung dan daya beli mereka berkurang," jelasnya.


Meski daya beli berkurang, konsumen rumah tangga biasanya memilih tetap memilih menggunakan BBM nonsubsidi. Namun dengan catatan, sepanjang kenaikan tidak tinggi. Sri mencontohkan jika kenaikan kurang dari Rp1.000, maka konsumen bertahan.
"Kalau kenaikan pertamax dan turbo kalau selisih Rp1.000 bisa tetap milih pertamax tapi kalau selisih Rp3.000 bisa beralih," ujarnya.


Lebih lanjut Sri mengatakan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada harga minyak dunia yang naik dan turun. Jika kenaikan minyak dunia tinggi, BBM subsidi bisa ikut naik. Namun jika kenaikan tidak tinggi, biasanya tidak ada penyesuaian harga BBM subsidi.
"Tapi nonsubsidi ini floating, bisa naik dan turun. Untuk penyesuaian," ujarnya.
Sementara itu, pekerja swasta di DIJ Arif mengaku, tidak mengetahui ada kenaikan BBM nonsubsidi. Setiap harinya, dia tetap menggunakan BBM nonsubsidi untuk menempuh perjalanan dari Bantul ke Sleman. "Tetap pakai pertamax kok. Nggak terasa, mungkin karena barang-barang nggak ikut naik," ujarnya singkat. (lan/eno)

Editor : Satria Pradika
#pertamax turbo #Pertamina Dex #BBM #dexlite