RADAR JOGJA - Permainan bola bekel tentu tak asing di mata generasi 1990-an. Tak diragukan lagi, bola bekel adalah permainan tradisional paling populer seantero Indonesia di era masa lalu.
Namun, kini para milenial tampaknya banyak yang tak mengenal permainan yang lebih familiar dengan sebutan bekelan itu. Meski mulai dilupakan generasi milenial, bola bekel masih jadi incaran generasi era 70-90an. "Bekel saat ini masih banyak dicari, terutama mereka yang pernah memainkannya di masa kecil dulu," kata pemilik usaha dolanan jadul di Kota Jogja, Astika Yunita kepada Radar Jogja Jumat (4/8/23).
Astika mengatakan, bola bekel saat ini masih laku dan banyak dicari. Utamanya kalangan orang dewasa maupun orang tua yang dulu masa kecilnya memainkan permainan itu. Kebanyakan mereka membeli bola bekel tak lain untuk memainkannya kembali. Pun melestarikannya di kalangan keluarga. "Mereka ingin memainkannya kembali. Selain bernostalgia, juga ingin mengenalkan kepada anak-anak mereka. Dan mengajak anaknya untuk bermain bekel," ujar warga Kepuh, Klitren, Gondokusuman, Jogja, ini.
Namun, ada yang berbeda produk bola bekel era sekarang dengan masa lalu. Model bola bekel era sekarang sudah kekinian, model ini masuk sekitar tahun 2015-an. "Bola bekel yang ada saat ini berbeda dengan zaman dulu," jelasnya.
Menurutnya, model bekel sekarang bolanya bening dan ada boneka karakter di dalamnya. Berbeda dengan masa lalu, yang warnanya agak buram dan pekat. Model kekinian itu dimungkinkan untuk menarik anak-anak era sekarang.
"Mungkin agar lebih terlihat menarik untuk anak-anak. Kalau yang lama kan hanya campuran warna gitu ya, agak buram. Kalau sekarang warnanya dibuat cerah dan menarik untuk dilihat dan dimainkan," terangnya.
Pemilik akun instagram @pernikraya itu menyebut, bentuk bekel pada prinsipnya masih sama seperti masa lalu. Hanya, mungkin sekarang ada tambahan variasi bentuk bekel yang dibuat dari bahan plastik. "Ini garga lebih ekonomis. Karena biji besi memang mahal, biji bekel besi/timah sendiri agak sulit dicari dan harganya mahal," ucapnya.
Menurutnya, ada bola bekel yang memang terbilang jadul. Namun, barang itu biasa adanya di kalangan pengoleksi/penjual klitikan/lawasan. Jumlahnya sudah sangat sedikit. "Itu pun kondisi sangat lusuh, sudah kusam. Karena bola versi lama sudah tidak diproduksi lagi," sambungnya.
Persediaan bola bekel yang dijual setiap event weekend biasa laku 10 set. Dan pada saat event lama atau bazar bisa laku 50-70 set. Setiap event weekend (Sabtu-Minggu) biasa laku 10 set. Kalau dapat event yang lama misal seminggu bazar bisa 50-70set. Harga 1 set bola bekel kecil bola ukuran sedang Rp 12.000. Sementara harga 1 set bola bekel besar dengan bola besar Rp 15.000. Dan 1 set bola bekel plastik atau biji plastik seharga Rp 5.000.
"Kemarin Mbak Andien Aisyah juga habis beli bekel waktu saya pameran di Museum Wahanarata. Mbak Andien bilang, wah ini mainan ibu waktu kecil dulu nih Kaw (menyebut anaknya). Langsung deh beli juga," tambahnya, menirukan ucapan konsumennya seorang penyanyi terkenal. (wia/laz)