Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

160 PJU Tak Berfungsi, Jalanan Gelap

Khairul Ma'arif • Rabu, 2 Agustus 2023 | 14:45 WIB

 

Ada sekitar 160-an titik penerangan jalan umum (PJU) yang tidak berfungsi.
Ada sekitar 160-an titik penerangan jalan umum (PJU) yang tidak berfungsi.
 

 

RADAR JOGJA - Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIJ Budhi Masturi menyebut, ada sekitar 160-an titik penerangan jalan umum (PJU) yang tidak berfungsi. Jumlah ini mayoritas berada di sepanjang Jalan Ring Road. Padahal, sejak pertengahan Juni lalu ia sudah meminta untuk dihidupkan, tetapi belum ada tindak lanjut.

Budhi menuturkan, pendalaman tim pemburu medsos yang dimiliki Ombudsman mendapati fakta dari kecelakaan Mercy di Jalan Ringroad Barat, Gamping, Sleman, mengakibatkan seorang meninggal dunia itu. Menurutnya, di lokasi kejadian kurang penerangan. Hal itu, didapatkan Ombudsman dari laporan masyarakat.

Untuk menindaklanjuti, akan dilakukan pertemuan dengan para unsur terkait di kantor Ombudsman DIJ. Tentu bertujuan untuk mencarikan solusi atas problem ini. Ia menyampaikan, dari data kecelakaan yang ada, angka kecelakaan di DIJ cukup tinggi yang mayoritas dari kalangan anak muda seperti pelajar dan mahasiswa.

"Karena kan masyarakat itu tiap bayar listrik dipungut pajak penerangan jalan umum. Seharusnya dana itu bisa dipakai untuk perawatan lampu. Saya kaget juga tadi saat Kasat Lantas Polresta ngomong 160-an titik PJU di sepanjang Jalan Ring Road tak berfungsi. Itu banyak loh," tegasnya kemarin.

ORI sendiri prihatin terjadinya kembali kecelakaan lalu lintas di ring road yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Terakhir, kecelakaan melibatkan mobil sedan Mercedes Benz yang menyeruduk pengatur lalu linyas atau Pak Ogah hingga tewas. Peristiwa itu terjadi Senin malam (31/7/23) sekitar pukul 19.45 di Jalan Siliwangi atau Ring Road Barat, tepatnya di depan RS Queen Latifa, Gamping, Sleman. 

Kepala Unit Gakkum Satlantas Polresta Sleman Iptu Bowo Laksono mengungkapkan, mobil Mercedes Benz tidak hanya menyeruduk Pak Ogah. Tetapi juga menabrak bodi belakang truk boks, tiang rambu putar balik, dan beberapa pohon di devider tengah jalan.

Dia menuturkan, kecelakaan beruntun ini bermula saat Mercedes Benz yang dikendarai Pramudito Wibowo, 17, melaju dari arah selatan ke utara dengan kecepatan tinggi. "Sesampainya di TKP menabrak Pak Ogah yang sedang menyeberangkan truk boks nopol AB 8044 AY hingga terjatuh," katanya saat dihubungi Selasa (1/8/23).

Seusai menabrak, mobil Mercedes Benz tetap terus melaju bahkan sampai terbakar. Hal itu karena saking kencangnya kecepatan hingga membuat adanya percikan api.

Mobil Mercedes Benz atau juga dikenal Mercy itu bernopol B 2005 TL berpenumpang satu orang yakni Nelson Cristotal. Sementara itu, Pak Ogah yang menjadi korban adalah Wahyu Saputro, 26, warga Trihanggo, Gamping, Sleman. Sedangkan truk boks bernopol AB 8044 AY dikendarai Bayu Rifai, 27, warga Purbalingga, Jawa Tengah.

Bowo mengatakan, dari kejadian ini pengendara Mercy dan penumpangnya mengalami luka ringan lecet di beberapa bagian tubuhnya. Sedangkan pengendara truk boks tidak mengalami luka.  "Wahyu mengalami cidera kepala berat, patah tulang tengkorak, patah lengan kanan, patah kaki kanan, pendarahan perut, dan luka robek kaki kanan kiri hingga meninggal dunia di tempat," tambahnya.

Selain itu, kecelakaan ini juga mengakibatkan kerugian materil akibat kerusakan pada kendaraan. Ditambah beberapa fasilitas publik yang mengalami kerusakan. Bowo menyebut perkiraan kerugian materil mencapai sekitar Rp 53 juta.

Atas kejadian ini, Pramudito sebagai pengendara Mercy berada di Mapolresta Sleman untuk penyelidikan lebih lanjut. Namun belum ditetapkan sebagai tersangka. "Masih diselidiki. Dari hasil pendalaman pemeriksaan rumah sakit, hasilnya negatif konsumsi miras, baik pengemudi maupun penumpang Mercy," ucap Bowo. (cr3/laz)

 

Editor : Satria Pradika
#ORI #Ringroad Barat #Sleman #pju #Pak Ogah