Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Muhammadiyah Launching Buku Filsuf Membumi dan Mencerahkan

Wulan Yanuarwati • Rabu, 2 Agustus 2023 | 19:50 WIB

 

 

LIBATKAN 55 PENULIS: Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir  dalam launching buku Filsuf Membumi dan Mencerahkan: Menyemai dan Menuai Legacy Pemikiran Amin Abdullah.
LIBATKAN 55 PENULIS: Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir  dalam launching buku Filsuf Membumi dan Mencerahkan: Menyemai dan Menuai Legacy Pemikiran Amin Abdullah.
 

 

RADAR JOGJA - Muhammadiyah sukses me-launching buku "Filsuf Membumi dan Mencerahkan: Menyemai dan Menuai Legacy Pemikiran Amin Abdullah. Buku sekaligus menjadi kado istimewa bagi Amin Abdullah di usianya yang ke-70 tahun pada 28 Juli 2023 lalu.

Buku ini berisi pemikiran, kiprah, dan pengalaman Amin Abdullah dalam upaya dakwah pencerahan. Proses penyusunan buku dikawal langsung oleh Pimpinan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Dengan melibatkan 55 penulis dari dalam dan luar negeri.

Amin Abdullah telah memberikan kontribusi dalam merumuskan pemikiran keagamaan yang adaptif dan progresif. Ia menekankan perlunya tajdid atau pembaruan dalam pemikiran Islam.

Lalu menghubungkan antara ilmu agama, pemikiran Islam, dan penafsiran agama. Tujuannya agar umat Islam tidak terjebak dalam pusaran perubahan sosial, ekonomi, politik, budaya dan teknologi.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir  dalam peluncuran buku buku ini mengatakan, gagasan dan pemikiran Amin Abdullah memberikan sumbangan berharga bagi perkembangan pemikiran Islam. Khususnya di Indonesia. 

Haedar mengapresiasi Amin Abdullah yang telah memperkenalkan konsep Pengembangan Pemikiran Islam melalui institusi Tarjih. Salah satu kontribusinya yang luar biasa adalah memperkenalkan trilogi pendekatan bayani, burhani, dan irfani.

Meskipun pendekatan irfani awalnya sempat menuai kontroversi dan penolakan, akhirnya diterima oleh masyarakat. Sebab dianggap sama dengan karakter ihsan, yakni sifat-sifat seperti bersahaja, amanah, dan jujur.

Pada 2003, Haedar menyebut sempat terjadi perdebatan mengenai penerimaan pendekatan irfani dalam Manhaj Tarjih. Saat itu, beberapa anggota Muhammadiyah merasa cemas dengan potensi pengaruh tasawuf yang dapat mengarah pada tarekat.

Namun dengan penjelasan yang luas, pendekatan irfani akhirnya diterima dan diakui sebagai bagian penting dari pemikiran Islam. Khususnya di lingkungan Muhammadiyah.

“Ini tidak gampang, tahun 2003 di Padang terjadi perdebatan bisa diterima atau tidak irfani sebagai sebuah pendekatan dalam Manhaj Tarjih. Saat itu ada kecemasan dari warga Muhammadiyah terhadap tasawuf yang mengarah pada tarekat,” jelas Haedar.

Kontribusi Amin Abdullah dalam memperkenalkan trilogi pendekatan bayani, burhani, dan irfani telah menginspirasi banyak orang. Dan dianggap sebagai kemajuan positif dalam dunia pemikiran Islam.

Muhammadiyah bangga mengkategorikan Amin Abdullah sebagai seorang filsuf. Dan memberikan penghargaan tertinggi atas dedikasinya, terutama terhadap kemajuan pemikiran Islam. (lan/laz)

 

 

Editor : Satria Pradika
#PP Muhammadiyah #Jogja