Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perlu Ditiru, Lur! Mie Ayam Bandung 59 Jogja Terapkan Diskon 10 Persen bagi Pembeli yang Membawa Wadah Sendiri

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 1 Agustus 2023 | 20:39 WIB

 

PEDULI LINGKUNGAN: Outlet Warung Mie Ayam Bandung 59 Jogja di Jalan Beskalan No.35, Ngupasan, Gondomanan, Kota Jogja. (Tangkap Layar akun twitter syl.christy)
PEDULI LINGKUNGAN: Outlet Warung Mie Ayam Bandung 59 Jogja di Jalan Beskalan No.35, Ngupasan, Gondomanan, Kota Jogja. (Tangkap Layar akun twitter syl.christy)

 

RADAR JOGJA - Darurat sampah semakin ekstrem menghantui wilayah DIY. Semenjak tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) Piyungan, Kabupaten Bantul ditutup sementara mulai 23 Juli-5 September 2023. 


Bau menyengat sampah mulai tercium di sejumlah titik tumpukan sampah. Pembuangan liar sampah pun terjadi di mana-mana. 


Hal ini mengundang keprihatinan tersendiri bagi pengelola Mie Ayam Bandung 59 Jogja. Hingga mereka turut berkontribusi dalam menanggulangi sampah. Uniknya mereka memberikan diskon 10 persen bagi pembeli yang membawa wadah sendiri. Misalnya, dengan tupperware ataupun rantang.


"Jadi, 10 persen itu diskon dari harga mie ayam berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 22 ribu," sebut Aditya Julianto, salah seorang pengelola Mie Ayam Bandung 59 Jogja dihubungi Radar Jogja, Senin (31/7/2023). 

PEDULI: Outlet Mie Ayam Bandung 59 di Jalan Beskalan, No 35, Ngupasan, Gondomanan, Kota Jogja. (Tangkap Layar akun Google Nicolaus Wicaksongko)
PEDULI: Outlet Mie Ayam Bandung 59 di Jalan Beskalan, No 35, Ngupasan, Gondomanan, Kota Jogja. (Tangkap Layar akun Google Nicolaus Wicaksongko)


Ia ingin, dengan memberikan diskon, pembeli tergerak membawa wadah sendiri. Dengan begitu, tumbuh menjadi kebiasaan. 


Setiap berbelanja membawa wadah atau kantong belanja sendiri dari rumah.


Ide ini terbesit ketika surat edaran penutupan sementara tempat pembuangan akhir (TPA) Piyungan muncul. Sehari setelahnya, dia memasang promo tersebut.


Aditya membeberkan, kebutuhan sampah plastik di warungnya cukup boros. Dalam satu hari paling tidak setengah sampai satu pack kantong plastik habis digunakan untuk membungkus sambel dan mie ayam. 


"Nah, ini perlu dibendung. Saya kira sudah saatnya menggunakan konsep lama jajan membawa wadah sendiri," ucapnya.


Sepekan lebih konsep ini diberlakukan, ujar Aditya, mendapatkan respons baik dari pembeli. Namun, hanya sebagian kecil di antaranya yang membawa wadah sendiri. 


"Mungkin masih kurang sosialisasi. Yang membawa (wadah rantang, Red) rata-rata pelanggan lama kami yang usianya sudah sepuh-sepuh," sebutnya. Sementara pembeli usia muda belum terbangun kesadarannya.


Dibuka sejak 2006, Aditya menyebutkan, baru kali ini warung yang dibangun keluarganya ini menerapkan diskon untuk perihal kepedulian sampah. Mengingat  TPST Piyungan tutup lebih lama dari biasanya. 


"Selama ini yang saya tahu, tutupnya nggak separah ini. Paling dua tiga hari atau paling lama satu sampai dua minggu, ini kok lama," katanya.


Disebutkan ada empat outlet Mie Ayam Bandung 59 Jogja yang menerapkan diskon 10 persen ini. Antara lain, di Jalan Beskalan depan Pasar Patuk Jogja, kemudian di Jalan Moses Gatotkaca Jogja, Babarsari dan Maguwoharjo.


"Kami juga mengajak seluruh pedagang dan pembeli dimana pun berada agar bijak mengelola sampah. Khususnya dalam penggunaan kantong plastik," bebernya. 


"Persoalan sampah bukan hanya mengandalkan pemerintah. Namun, harus dimulai dari diri sendiri," imbuhnya.


Konstribusi pedagang dalam menyikapi Jogja darurat sampah ini mendapatkan apresiasi warga net. 


"Jogja Darurat Sampah disikapi pedagang ini dengan menganjurkan konsumen bawa wadah dan tas sendiri bagi yang beli bungkus. Dikasih diskon 10 persen. Contoh nyata kontribusi pedagang yg perlu diacungi jempol," ungkap akun Twitter syl.christy. (mel)

Editor : Amin Surachmad
#darurat sekolah rusak #mie ayam #TPST Piyungan