Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Saluuut, Ratusan Anak Sekolah Turun Tangan Reresik Sampah di Alun-Alun Kidul Jogja

Wulan Yanuarwati • Selasa, 1 Agustus 2023 | 19:24 WIB

 

 

RERESIK: Sejumlah pelajar membersihkan sampah di Alun-Alun Kidul Jogjakarta. (Elang Kharisma Dewangga/Radar Jogja)
RERESIK: Sejumlah pelajar membersihkan sampah di Alun-Alun Kidul Jogjakarta. (Elang Kharisma Dewangga/Radar Jogja)

RADAR JOGJA - Ratusan anak sekolah turun tangan ke Alun-Alun Selatan Kota Jogja. Mereka mengeruduk lokasi yang biasa disebut Alun-alun Kidul (Alkid) itu, bukan untuk bermain atau kegiatan olahraga. Mereka datang khusus untuk membersihkan sampah di lokasi favorit para wisatawan itu.

Ratusan anak sekolah itu berasal dari SMP Muhammadiyah 5 Kota Jogja. Setidaknya, ada 475 siswa yang turun tangan melakukan reresik Alkid Jogja. Selain karena Jogja sedang darurat sampah, acara sekaligus peringatan Milad Ke-65 SMP Muhammadiyah 5 Kota Jogja. 

Sampah di Alkid Jogja memang tidak terlihat dari jalan. Namun, begitu masuk ke area Masangin itu, terlihat banyak sekali sampah plastik yang sudah tercabik-cabik, putung rokok di mana-mana, hingga tusuk sate dan cilok yang membahayakan kaki.

"Meski sampah tidak terlihat tapi sampah banyak sekali, ada tusuk cilok, tusuk sate, sedotan. Dari jalan gak kelihatan tapi kita masuk kok banyak (sampah di Alkid,red)," ujar Ketua Milad, Abdur Rohman Sholeh, Selasa (1/8/2023).

Abrur mengatakan sampah yang diambil para siswanya dipilah organik dan anorganik, kemudian dimasukkan ke kantong plastik sampah. Menurutnya kegiatan sangat penting, karena menanamkan rasa kepedulian siswa terhadap lingkungan.

Sampah yang sudah dipilah kemudian dikumpulkan di sisi selatan Alkid. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Alkid untuk selalu pengambilan sampah. Para siswa sebatas mengumpulkan dan memilah.

"Bertepatan dengan darurat sampah dan menanamkan sejak dini, agar siswa peduli sampah. Makanya kita ambil alkid untuk memilih dan memilah. Ada organik dan non organik," jelasnya.

"Kalau di sekolah, setiap hari dikatakan sudah dibersihkan, Alkid karena dekat dengan sekolah juga," imbuhnya.

Kondisi pembuangan sampah saat ini dengan jaman dahulu, dikatakan Abrur mengalami perbedaan. Saat ini warga harus memilah sampah karena kondisi lahan perkotaan juga sangat minim.

"Nah, anak harus tahu buang sampah gak sembarangan. Karena kita lihat perilaku anak masuh kurang makanya kita tanamkan sejak dini, masih PR bersama (edukasi sampah, red)," jelasnya.

Seorang siswa, Zaki mengatakan antusias mengikuti reresik di Alkid Jogja. Meskipun panas dan lelah namun dia mengaku senang. Dia mengaku selama ini buang sampah pada tempatnya.

"Iya. Dipilah organik dan non. Capek tapi senang. Buang sampah pada tempatnya kok selama ini," ujarnya.

Sementara itu, gunungan sampah di sisi selatan Alkid Jogja masih menghiasi lokasi tersebut. Sudah beberapa hari namun belum diangkut. Sampah justru semakin banyak, bau menyengat dan lalat beterbangan di sana sini. (lan).

Editor : Amin Surachmad
#darurat sampah #edukasi #alun-alun kidul