Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Prevalensi di Bawah Nasional, Berkat Program Gembrot hingga Bimo Kunti

Heru Pratomo • Jumat, 28 Juli 2023 | 14:05 WIB
KOLABORASI: Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo memamerkan piagam penghargaan Aksi Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di DIJ Tahun 2022.
KOLABORASI: Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo memamerkan piagam penghargaan Aksi Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di DIJ Tahun 2022.

 

RADAR JOGJA – Penanganan stunting di Kota Jogja sudah on the track. Buktinya, Kota Jogja meraih peringkat terbaik pertama tingkat DIJ dalam upaya penurunan angka stunting pada tahun 2022. 

Penghargaan tersebut diberikan oleh Wakil Gubernur DIJ Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X. Penghargaan diterima Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo.

Pada kesempatan tersebut KGPAA Paku Alam X menuturkan penghargaan tersebut diberikan atas kinerja kabupaten dan kota se-DIJ dalam pelaksanaan Aksi Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di DIJ Tahun 2022. "Kota Jogja mendapat peringkat pertama atas dasar indikator web Bangda dan nilai indikator lokal kinerja dengan total nilai 429,4," katanya di Gedhong Pracimosono, Kamis (27/7/2023).

PA X mengungkapkan, penilaian kinerja aksi konvergensi penanggulangan stunting diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi kota dan kabupaten untuk meningkatkan kinerja di tahun berikutnya.  "Tujuan penilaian kinerja ini untuk mengukur tingkat kinerja pemerintah kota dan kabupaten dalam pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting," katanya.

Ia juga meminta agar seluruh kota dan kabupaten di DIJ untuk selalu mendukung angka penurunan stunting. Menurut dia, angka stunting menjadi salah satu persoalan dan permasalahan di seluruh provinsi, kota dan kabupaten di Indonesia. “Mari bersama-sama terus berupaya menurunkan angka stunting yang ada di DIJ," ajaknya.

Ditemui usai menerima penghargaan Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo mengucapkan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Singgih menyampaikan Pemkot Jogja secara keseluruhan telah melaksanakan pelaporan pelaksanaan delapan aksi konvergensi penanggulangan stunting di web bangda.

stuntingBaca Juga: Kemiskinan dan Stunting Tertinggi di DIJ dan Nasional

Pemkot Jogja mencatat prevalensi angka stunting di Kota Jogja pada 2022 yakni 10,8 persen. Sedangkan berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 prevalensi angka stunting Kota Jogja 13,8 persen. Angka itu sudah di bawah prevalensi stunting nasional yang ditargetkan 14 persen pada 2024.

Pemkot secara keseluruhan telah melaksanakan pelaporan pelaksanaan delapan aksi konvergensi penanggulangan stunting di web bangda. Upaya percepatan penurunan stunting dengan intervensi sensitif 70 persen di luar sektor kesehatan antara lain pengelolaan pendidikan usia dini, monitoring dan evaluasi stunting dan intervensi CSR stunting. Sedangkan intervensi spesifik 30 persen sektor kesehatan antara lain pemberian tablet tambah darah, pelayanan kesehatan gizi masyarakat dan pemberian vitamin A.

Menurutnya torehan tersebut juga merupakan hasil kolaborasi antar instansi, masyarakat serta tim penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang selalu mempunyai komitmen bersama untuk penurunan stunting. "Dalam menangani dan mencegah stunting Pemkot Jogja menggerakan semua pemangku kepentingan," tandasnya.

Selain itu, lanjutnya, pemkot juga menggandeng pihak swasta melalui program Coorporate Social Responsibility (CSR). "Beberapa inovasi yang kita lakukan ada gemar makan berbahan protein (gembrot) dan bersatu terintegrasi mewujudkan Jogja dengan keluarga yang unggul dan nonstunting atau Bimo Kunting,” jelasnya.

Singgih berharap dengan diraihnya penghargaan tersebut akan semakin memacu semangat semua pemangku kepentingan dalam upaya menurunkan stunting di Kota Jogja. (pra)

 

 

Editor : Heru Pratomo
#Kota Jogja #DIJ #ikan #Stunting #Kinerja