JOGJA - Zona transisi 1 TPST Piyungan akan dibuka pada Jumat (28/7) mendatang. Saat ini akses jalan sedang disiapkan. Sementara, lokasi Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPSS) Cangkringan masih menjadi opsi.
Asisten Setda DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tri Saktiyana membenarkan, bahwa transisi zona 1 akan di buka pada hari Jumat 28 Juli 2023 mendatang. "Ya, saat ini akses jalan sedang disiapkan," katanya Rabu (26/7).
Tri Saktiyana menjelaskan sementara untuk TPSS di Cangkringan masih menjadi opsi sebagai lokasi penitipan sampah. Pun, nantinya TPSS ini juga akan ada lapisan Geomembran yang akan mencegah cemaran sampah. Sebab, setelah TPA Piyungan siap, sampah tersebut akan dipindahkan ke Piyungan.
“Sifatnya adalah penitipan, bukan pembuangan. Sehingga saat Piyungan sudah siap, sampah itu dibersihkan diangkut lagi ke Piyungan,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X menyebut TPST Piyungan akan dibuka secara terbatas pada Jumat (28/7). Namun hanya akan menampung maksimal 200 ton sampah tiap harinya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUP ESDM DIY Rosdiana Puji Lestari mengatakan, rencana pembukaan sementara TPST Piyungan masih dikaji mekanismenya. Utamanya terkait kuota daya tampung 200 ton sampah per hari. Ini juga berkaitan untuk memastikan konstruksi bangunan pada zona transisi 2 tidak berdampak.
"Tidak mungkin nanti diambrukke, takut konstruksi kita di transisi dua ambrol. Potensi kerusakan harus kita lihat lebih jauh. Secara bertahap dan akan selalu dalam monev agar konstruksi yang sedang kami kerjakan juga aman," katanya.
Namun demikian, saat ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY tengah melakukan upaya penataan di zona transisi satu agar area tersebut dapat kembali digunakan untuk menampung sampah yang dihasilkan dari masyarakat.
"Kita lakukan mempertimbangkan kondisi saat ini yang mendesak. Kita baru menghitung potensi yang bisa ditampung di transisi satu, kan transisi 1 sudah 98 persen," ujarnya.
Pembangunan zona transisi dua diklaim sudah dilakukan percepatan. Saat ini progres pembangunannya baru di angka 40 persen. Sehingga di bulan Oktober nanti lahan tersebut dapat digunakan untuk menampung sampah.
"Sama aksesnya masih melalui transisi tahap satu, terus kita evaluasi tiap hari kita lihat dinamikanya seperti apa dan konstruksi juga menata timeline seketat mungkin ditengah kondisi darurat ini," jelasnya.
Dia menyebut zona transisi dua ini diprediksi hanya dapat menampung sampah sekitar 5 hingga 6 bulan ke depan. Perkiraan ini dengan asumsi tidak adanya peningkatan volume sampah di wilayah.
"Kalau dari Oktober ngitung-nya sampai April lah kira-kira, dengan ketentuan dan syarat yang berlaku ya," terangnya.
Pemprov DIY juga tengah berupaya untuk menggaet investor yang mampu membangun teknologi baru untuk pemrosesan sampah di DIY. Teknologi tersebut berbeda dengan metode sanitary landfill yang digunakan di Piyungan.
Realisasi itu dilakukan melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Namun realisasi pembangunannya diperkirakan baru terjadi pada pada 2024 mendatang.
"Sedang kita buat dan bahas bersama-sama dengan KPBU. Kita juga harapkan ada langkah dari kabupaten kota. Kita juga percepatan KPBU dan sebagainya," tambahnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad