Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tiga Kunci Kepemimpinan Jenderal Sudirman, Bukan karena Keris

Heru Pratomo • Selasa, 25 Juli 2023 | 04:50 WIB
PAHLAWAN: Ketua Umum Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Ramanda Endra Widyarsono dalam jumpa pers Muktamar HW ke-4 yang digelar di Madrasah Mualimat Jogja, Senin (24/7/2023).
PAHLAWAN: Ketua Umum Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Ramanda Endra Widyarsono dalam jumpa pers Muktamar HW ke-4 yang digelar di Madrasah Mualimat Jogja, Senin (24/7/2023).

RADAR JOGJA - Peran kepanduan Hizbul Wathan (HW) sebagai organisasi otonom Persyarikatan Muhammadiyah bagi Jenderal Sudirman sudah banyak diketahui. Tapi sayangnya masih ada yang beranggapan kemampuan Sudirman mengorganisasi serta memimpin perang gerilya karena pengaruh keris yang dibawanya. Tak sesuai dengan semangat yang diusung HW. 

Cerita minor terkait peran Sudirman tersebut, kata Ketua Umum Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan HW Ramanda Endra Widyarsono, masih sering diceritakan di masyarakat. Bahkan, lanjut dia, kesaktian keris yang dibawa Sudirman juga divisualkan dalam film layar lebar. Saat mampu mengusir pesawat Belanda saat posisinya terjepit.

"Hal seperti itu tidak biasa di Muhamadiyah," kata Endra di sela jumpa pers Muktamar ke-4 HW Senin (24/7).

Mengutip buku, Guru Bangsa: Sebuah Biografi Jenderal Sudirman yang ditulis akademisi UMY Sardiman, Endra menyebut, Sudirman memang memiliki keris. Yaitu keris yang merupakan hadiah. Diberikan oleh pamong saat Sudirman masih menjadi guru di SD Muhamadiyah di Cilacap.

Tapi keris tersebut malah tidak pernah digunakan oleh Sudirman. Dia juga mencontohkan penggambaran dalam patung Jenderal Sudirman. "Dari semua patung Sudirman, di dalam maupun luar negeri, tak ada yang menunjukkan Sudirman mengacungkan keris," jelasnya.

Kembali mengutip buku terbitan 2008 lalu tersebut, Endra mengatakan ada tiga kunci Jenderal Sudirman menjadi tentara yang sakti. Hal itu bukan karena semedi atau faktor keris.

"Tapi Jenderal Sudirman selalu menjaga wudhu, bahkan saat perang gerilya pasukannya membawa kendi untuk wudhu," tuturnya.

Hal lainnya adalah kebiasaan pria kelahiran 24 Januari 1916 itu untuk selalu melaksanakan salat di awal waktu. Selain itu, disebutkan pula yang dilakukan Sudirman, termasuk saat memimpin perang gerilya karena Lillahi Ta'ala atau segala sesuatunya hanya karena Allah.

Kebulatan tekad Sudirman juga pernah ditunjukkan saat menolak permintaan Presiden Sukarno untuk kembali dari perang gerilya. Bung Karno meminta Sudirman kembali ke Jogja karena alasan kesehatan. Hal itu, kata Endra bahkan pernah ditanyakan salah seorang sutradara film.

Menurut dia, dalam UU Pandu HW pasal tujuh disebutkan, Pandu HW melaksanakan perintah tanpa membantah. "Tapi dijawab Sudirman, yang sakit itu Sudirman, Panglima TNI tidak sakit," tuturnya.

Sedang tokoh senior HW Uun Harun Syamsuddin juga mengisahkan karakter Sudirman yang kuat. Dia mengisahkan pernah dalam acara kepanduan HW, yaitu kemah di kawasan Batur, Dieng, karena cuaca yang sangat dingin akhirnya para peserta dipindahkan dari tenda ke rumah.

Tapi, ternyata Sudirman masih bertahan di dalam tenda. Ketika diminta panitia pindah ke rumah, Sudirman malah balik bertanya, "Bagaimana kalau besok cuacanya lebih dingin? Lebih baik berlatih sekarang di cuaca dingin. Jadi, kalau besok cuaca lebih dingin sudah siap."

Karakter Sudirman serta kepemimpinannya yang lahir dari rahim HW tersebut yang diharapkan bisa diteladani. Sehingga Jenderal Sudirman akan dikukuhkan menjadi Bapak Pandu HW oleh pimpinan pusat Muhamadiyah dalam Kongres ke-4 HW yang digelar 26-29 Juli 2023 di Malang, Jawa Timur.

Sekretaris Umum HW Muhammad Zairin mengatakan, kiprah Sudirman muda memang tidak bisa dilepaskan dari Hizbul Wathan di mana ia dididik, dilatih disiplin, dan menjadi pemimpin saat menjadi seorang pandu HW. "Pengukuhkan Sudirman sebagai Bapak Pandu Hizbul Wathan akan dilakukan PP Muhammadiyah pada saat pembukaan Muktamar," tuturnya. (pra)

Editor : Amin Surachmad
#hizbul wathan #keris #Muhammadiyah #Jenderal sudirman