Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jenderal Sudirman, Ir Djuanda dan Ir Sutami Akan Dikukuhkan Jadi Bapak Pandu Hizbul Wathan

Heru Pratomo • Senin, 24 Juli 2023 | 21:00 WIB
PAHLAWAN: Ketua Umum Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Ramanda Endra Widyarsono dalam jumpa pers Muktamar HW ke-4 yang digelar di Madrasah Mualimat Jogja, Senin (24/7/2023).
PAHLAWAN: Ketua Umum Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Ramanda Endra Widyarsono dalam jumpa pers Muktamar HW ke-4 yang digelar di Madrasah Mualimat Jogja, Senin (24/7/2023).

RADAR JOGJA - Muktamar Kepanduan Hizbul Wathan (HW) ke-4 dijadikan momentum untuk menjadi pandu semesta. Salah satunya dimulai dengan memberikan gelar Bapak Pandu Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan kepada tiga pahlawan dari Muhammadiyah yang berperan dalam sejarah Indonesia. Yaitu Panglima Besar Jenderal Sudirman, Ir Djuanda dan Ir Sutami.

"Dalam muktamar HW nanti kami akan mengukuhkan HW menjadi pandu semesta, yaitu jaya di darat, air, udara dan dunia maya," tutur Ketua Umum Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Ramanda Endra Widyarsono dalam jumpa pers Muktamar HW ke-4 yang digelar di Madrasah Mualimat Jogja, Senin (24/7/2023). Muktamar Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan ke-4 sendiri akan digelar pada 26-29 Juli 2023 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kota Malang, Jawa Timur.

Dalam muktamar nanti, HW sekaligus akan mengukuhkan Jenderal Sudirman sebagai Bapak Pandu HW. Menurut dia, sejarah Pak Dirman yang merupakan didikan HW sudah banyak diketahui. Pak Dirman juga bisa menjadi ikon HW dari darat. "Kita ingin, Soedirman bukan saja dikenal sebagai Bapak TNI, tetapi juga Bapak Pandu Hizbul Wathan," ujarnya.

Selain itu, HW juga akan memberikan gelar serupa pada tokoh Muhamadiyah lainnya. Yaitu Ir Djuanda yang dikenal yang mendeklarasikan konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kemaritiman. Saat itu Ir Djuanda yang menjadi Perdana Menteri Indonesia pada 1957 mendeklarasikan Deklarasi Djuanda.

Indonesia menyatakan kepada dunia tentang laut Indonesia termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia yang menjadi satu kesatuan wilayah NKRI. "Ir Djuanda menjadi representasi kepanduan HW dari bidang laut," ungkapnya.

Tokoh Muhamadiyah lainnya yang akan mendapatkan gelar Bapak Pandu HW adalah IR Sutami. Menteri di era awal pemerintahan Suharto yang dikenal sebagai menteri miskin dan antikorupsi. Padahal, saat menjadi Menteri Pekerjaan Umum dia yang membidangi pembangunan Gedung DPR, Jembatan Musi, Jembatan Semanggi, Waduk Jatiluhur, dan Bandara Ngurah Rai. "Belum banyak yang tahu sebelumnya Ir Sutami juga menjadi guru di lingkungan Muhamadiyah," katanya.

Muktamar sendiri, yang merupakan forum permusyawaratan tertinggi di Hizbul Wathan tersebut bakal mengusung tema, "Menggerakan Sumber Daya Membangun Kader Utama". Tema yang diusung di Muktamar Hizbul Wathan ke-4 kali ini adalah dalam rangka menjawab tantangan perubahan.

Lebih jauh, kata dia tema yang dipilih dalam Muktamar HW ke-4 selaras dengan harapan dari Pimpinan Pusat Muhamadiyah. Terlebih, Gerakan Kepanduan HW merupakan organisasi otonom di Persyarikatan Muhammadiyah yang bergerak di bidang kepanduan.

"Menitikberatkan tema sumber daya, kita akan melibatkan generasi muda, generasi milenial untuk lebih banyak di Hizbul Wathan khususnya untuk menghadapi era disruption," ujarnya.

Sekretaris Umum, Muhammad Zairin menambahkan, selain pengukuhan Sudirman sebagai Bapak Pandu HW, Muktamar HW ke-4 adalah momentum Hizbul Wathan untuk mendunia."Sudah ada rintisan HW ingin berdiri di Malaysia, nanti di Muktamar HW akan dirumuskan bagaimana keterlibatan HW di kancah global," ujar pria asal Palembang ini. (pra)

Editor : Amin Surachmad
#hizbul wathan #Jenderal sudirman #Pandu