RADAR JOGJA - Terus mempromosikan wisata dan produk unggulan DIJ, para pelaku pariwisata pun meluncurkan aplikasi Jogja Carnival. Berisi tentang informasi event wisata yang ada di DIJ, hingga menawarkan berbagai promo dan diskon yang bisa dinikmati wisatawan yang hadir.
"Aplikasi Jogja Carnival ini isinya ada atraksi dan transaksi," kata Kepala Pelaksana Jogja Carnival 2023 Arif Efendi dalam soft launching aplikasi Jogja Carnival di Sky Lounge Royal Malioboro, Sabtu sore (16/7/2023).
Menurut Arif, aplikasi Jogja Carnival ini diinisiasi pelaku pariwisata di Jogja untuk ikut mem-branding dan terus mempromosikan wisata dan produk turunannya kepada wisatawan.
Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIJ Bidang Pariwisata itu menyebut, melalui aplikasi ini sebagai usaha mempertemukan penjual dan pembeli. Bukan sebagai payment gateway. Tapi menjadi informasi bagi wisatawan yang akan berlibur atau datang ke Jogja. "Dalam aplikasi Jogja Carnival ada dashboard terkait dengan transaksi dan atraksi," tuturnya.
Untuk atraksi, kata dia, berisi informasi terkait pelaksanaan event-event yang akan dihelat di DIJ. Baik event yang diselenggarakan pemerintah, masyarakat maupun dari Jogja Carnival sendiri. Sedangkan untuk transaksi, berisi informasi terkait penginapan, biro perjalanan, restoran hingga lokasi hiburan lainnya di Jogja.
Untuk menarik wisatawan, lanjut dia, dalam aplikasi juga menyediakan promo, poin berhadiah hingga diskon. "Harapannya bisa kolaborasi antara atraksi dan transaksi untuk sama-sama memajukan pariwisata di DIJ," harapnya.
Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIJ Deddy Pranowo Eryono pun mengaku sudah merasakan dampak aplikasi Jogja Carnival. Dia menyebut, meski baru soft launching, tapi pemesanan hotel maupun restoran sudah mulai berdatangan.
Karena itu, dia berharap, saat aplikasi Jogja Carnival resmi diluncurkan pada Agustus nanti jumlah pemesanannya bisa jauh lebih banyak. "Agustus yang biasanya sepi-sepi saja tapi ini sudah ada peningkatan, harapannya saat resmi diluncurkan nanti bisa lebih banyak lagi pemesanannya," kata dia.
Sedangkan bagi Plt Kepala Dinas Pariwisata DIJ Kurniawan, kehadiran aplikasi Jogja Carnival ini jadi inovasi pelaku usaha pariwisata di DIJ. Pemerintah, kata dia, tugasnya hanya sebagai fasilitator dan katalisator, tapi eksekutornya tetap pada pelaku wisata.
Dia pun terbuka untuk melakukan kolaborasi dengan aplikasi yang dimiliki Pemprov DIJ Visiting Jogja. "Tentu harapannya bisa saling melengkapi, supaya justru tidak jadi kontraproduktif," ujarnya. (pra)
Editor : Amin Surachmad